oleh: Antara
BATAM: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengancam akan memberi tindakan tegas terhadap birokrat atau pihak-pihak tertentu yang menghambat pelaksanaan kawasan pelabuhan bebas dan perdagangan bebas (FTZ) di Batam, Bintan dan Karimun.
’’Saya akan beri tindakan terhadap penghalang atau oknum-oknum yang mengganggu pelaksanaan FTZ,’’ tegas Presiden ketika meresmikan pelaksanaan FTZ di Batam, hari ini.
Pernyataan Presiden tersebut disambut senyuman dan tepuk tangan oleh pengusaha yang menghadiri peresmian FTZ tersebut, terutama saat Presiden menyatakan akan ’membersihkan’ oknum-oknum yang melakukan korupsi dan melakukan pungutan liar terhadap pengusaha. ’’Kalau izin bisa dipermudah, jangan dipersulit,’’ pinta Presiden.
Presiden mengajak seluruh perangkat pelaksana FTZ perang terhadap praktek korupsi dan pungutan liar karena akan menghambat pelaksanaan FTZ.
’’Saya tidak main-main. Saya serius, sangat serius karena praktek korupsi membahayakan negara,’’ katanya.
Senin, 19 Januari 2009
Presiden ancam tindak tegas penghalang FTZ
Polisi periksa Walikota Siantar
oleh: Antara
MEDAN: Polda Sumatera Utara melakukan pemeriksaan terhadap Walikota Pematang Siantar, RE. Siahaan, hari ini terkait dugaan korupsi dan kolusi dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2005.
Pantauan di Mapolda Sumut, Walikota Siantar, RE. Siahaan datang sekitar pukul 11.30 WIB dan dimintai keterangannya di ruang Satuan III/Tipikor Direktorat Reskrim Polda Sumut hingga pukul 17.30 WIB.
Namun, Kabid Humas Polda Sumut, Baharudin Djafar mengatakan, kedatangan RE. Siahaan bukan dalam rangka pemeriksaan tapi sekedar memberikan keterangan.
Selain itu, kata Baharudin, kedatangan RE. Siahaan juga bukan atas pemanggilan dari Polda Sumut, melainkan inisiatif dan atas kesadaran Walikota Siantar tersebut.
’’Polda Sumut belum dapat melakukan pemeriksaan karena belum ada izin tertulis dari Presiden,’’ kata Baharuddin.
Walikota Siantar itu tidak bersedia memberikan keterangan ketika dikonfirmasi wartawan mengenai maksud kedatangannya ke Polda Sumut.
’’Tanya ke Kabid Humas (Polda Sumut) saja, saya percayakan kepada beliau,’’ katanya singkat.
Menurut catatan, Walikota Siantar, RE. Siahaan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan praktik dugaan korupsi dan kolusi pada penerimaan CPNS Pemko Siantar pada tahun 2005 oleh Polres Simalungun.
Kasus itu mencuat setelah Pemkot Siantar mengeluarkan nomor induk pegawai (NIP) terhadap 19 CPNS meski sebelumnya dinyatakan tidak lulus dan tidak mengikuti ujian CPNS.
Namun setelah kasus itu mencuat dan disidangkan di Pengadilan Negeri Siantar, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) membatalkan NIP 19 CPNS tersebut.
PNS di Sumut diminta jaga netralitas di Pemilu 2009
Oleh: Dormaulina Sidabutar
MEDAN: Gubernur Sumatra Utara Syamsul Arifin mewanti-wanti jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemprov Sumut untuk bersikap netral dalam Pemilu 2009 baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden dan wakil presiden.
Dia menegaskan bersikap netral tersebut merupakan amanah Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999 yang mana menyatakan bahwa PNS dalam melaksanakan tugasnya, harus netral dari pengaruh golongan maupun partai.
‘’Saya minta PNS ikut menyukseskan jalannya Pemilu 2009 di daerah ini agar berjalan aman dan sukses,’’ katanya tadi pagi dalam upacara bendera gabungan di Lapangan Makodam I/BB.
Sikap netralitas PNS tersebut, tutur gubernur, perlu dijaga dengan baik karena seorang PNS tidak dibolehkan terlibat dalam kegiatan politik praktis, apalagi sampai menjadi anggota partai politik.
‘’Pada kesempatan ini juga, saya minta jajaran TNI dan Polri di daerah ini, dapat menjaga stabilitas keamanan daerah ini agar tetap kondusif menjelang dan sesudah rangkaian Pemilu 2009 ini’’.
Namun gubernur mengingatkan, peran serta masyarakat dalam menjaga situasi keamanan yang kondusif akan sangat membantu tugas berat yang diemban jajaran TNI dan Polri.
Jamsostek hijaukan Medan Amplas
oleh: Master Sihotang
MEDAN: PT Jamsostek (Persero) Wilayah Sumatra bagian Utara (Sumbagut) menanam ribuan pohon dalam program penghijauan di lingkungan sekitar Medan Amplas.
Kepala bagian Program Khusus Jamsostek wilayah I Sumbagut, Taslim Djamal mengatakan program penghijauan merupakan bukti nyata kepedulian Jamsostek dalam menyukseskan gerakan peduli lingkungan yang hijau.
Dalam kesempatan tersebut, kata dia, pihaknya berkesempatan mensosialisasikan beberapa program Jamsostek al. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK).
Selain itu, lanjutnya, Program Dana Peningkatan Kesejahteraan Peserta (DPKP), Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL), beasiswa, pengobatan cuma-cuma, bantuan ambulans bagi rumah sakit.
‘’Ada juga Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), pemberian pelatihan kepada pekerja yang kena PHK sehingga dapat bekerja lagi di tempat lain, pemberian bantuan kepada korban bencana alam, korban banjir, dan bantuan musibah. Serta Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) seperti penanaman ribuan pohon ini.’’
Ketua Panitia Muhammad Natsir mengatakan penanaman pohon ini merupakan salah satu upaya menjaga kelestarian lingkungan. Di sisi lain sebagai upaya untuk menyentuh hati pelaku pembalakan liar yang selama ini menebangi pohon sehingga membuat kondisi lingkungan menjadi tidak seimbang.
Camat Medan Amplas Aidal Fitra menyatakan penghargaan dan terima kasih atas kepedulian Jamsostek dalam menghijaukan lingkungannya.
Karet penyumbang terbesar ekspor Sumsel
Oleh: Antara
PALEMBANG (Antara): Komoditi karet dan minyak sawit mentah (CPO) masih menjadi penyumbang ekspor terbesar provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada tahun 2008 meskipun harga tandan sawit dan getah karet mengalami penurunan sejak akhir 2008.
Kepala Bank Indonesia (BI) Palembang, Endoong Abdul Gani Senin, mengatakan, secara umum sampai November 2008 nilai ekspor komoditi Sumsel mengalami peningkatan sebesar 7,37% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
’’Komoditi ekspor masih didominasi karet dan CPO yang memberikan sumbangan cukup besar pada pendapatan asli daerah (PAD) Sumsel, ’’ katanya.
Ia mengatakan, Singapura masih menjadi tujuan ekspor terbesar yang mencapai 74,87%. Sementara share ekspor Sumsel terhadap nasional sampai November 2008 tercatat sebesar 2,61% dan volume ekspor 0,99%.
Dia menambahkan, ekspor karet Sumsel berhasil menyumbang sebesar 68% dari total pendapatan ekspor atau mencapai US$1,791 miliar. ’’Sedangkan ekspor CPO menyumbang 20% atau sebesar US$533,2 juta,’’ katanya.
Walaupun terjadi kenaikan nilai ekspor sebesar 7,37% tetapi tidak sebanding dengan peningkatan impor yang mencapai 40,22% dibanding periode November tahun 2007.
’’Nilai impor sampai November 2008 mencapai US$25,5 juta dan pada periode yang sama tahun 2007 sebesar US$7,250 juta,’’ ujarnya.
Namun demikian secara periodik Endoong mengatakan, pihaknya menilai terjadi penurunan tren impor dalam tiga bulan terakhir dimana impor bulan November tercatat menurun sebesar 0,96% dibanding bulan Oktober tahun yang sama.
Padang, daerah pertama turunkan tarif angkutan
oleh: Antara
PADANG (Antara): Menteri Perhubungan Djusman Syafii Djamal menyatakan, Kota Padang daerah pertama di Indonesia yang menurunkan tarif angkutan umum menyusul diturunkannya harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya premium dan solar oleh pemerintah.
’’Apa yang dilakukan Pemerintah Kota Padang, mendapat apresiasi yang tinggi termasuk dari Presiden," kata Djusman di Padang, ’’ tadi malam.
Hal itu disampaikannya usai membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Organisasi Angkutan Darat (Organda) ke IV diikuti 300 pengusaha angkutan umum di Indonesia.
Menurut dia, presiden memberikan apresiasi tinggi pada Kota Padang dan langsung menelepon Walikota Padang.
Ia mengatakan, sebelum presiden melakukan kunjungan ke Terminal Pulogadung Jakarta untuk mencek pelayanan angkutan umum setelah penurunan harga BBM, beliau menanyakan apa sudah ada daerah yang menurunkan tarif angkutan.
’’Kepada presiden, saya mengatakan mendapat informasi di Padang kelihatannya sudah turun duluan (menurunkan tarif angkutan umum, red).’’
Dia menambahkan, ’’Saya sampaikan, Menhub belum mengeluarkan surat (terkait penurunan tarif), mereka (Kota Padang) sudah turun duluan tarifnya. Mendapat informasi ini Bapak Presiden langsung menelepon Walikota Padang.’’
Ia menyebutkan, saat Presiden dapat informasi Padang menurunkan tarif hingga 14%, beliau mengatakan jika di Padang bisa 14%, mengapa di Jakarta dan kota lainnya tidak bisa 10%. ’’Karena itu, Kota Padang mendapat apresiasi yang tinggi, termasuk dari Presiden/’’
Menhub menyebutkan, yang dilakukan pemerintah Kota Padang tentu juga bekerjasama dengan Organda seetmpat. ’’Itu koordinasi dan kerjasama yang baik dan mendapat apresiasi yang tinggi,’’ tandasnya.
Minggu, 18 Januari 2009
Fasilitas Biliar di Plaza Medan Fair dilalap api
Oleh: Master Sihotang
MEDAN: Kebakaran kecil melanda lokasi hiburan biliar Legend di lantai IV Plaza Medan Fair, tadi pagi sekitar jam 08.00 WIB. Kejadian ini tidak sampai mengganggu aktivitas salah satu pusat perbelanjaan favorit masyarakat Kota Medan ini.
Api yang diduga muncul dari arus pendek sempat melalap fasilitas bartender 3x4 meter. Petugas pemadam kebakaran yang diterjunkan Pemkot Medan, terpaksa merusak plafon biliar Legend guna mencegah api tidak sampai meluas ke fasilitas lainnya.
Situasi tadi pagi masih sepi. Pengunjung belum ada karena Plaza Medan Fair buka pukul 10.00 WIB. Namun, petugas keamanan gedung mendengar suara sirene tanda kebakaran, lalu mencari ke berbagai titik. Sepuluh menit kemudian petugas keamanan menemukan asap mengepul di Biliar Legend, sehingga petugas terpaksa merusak pintu masuk dari arah Utara agar bisa masuk ke dalam ruangan.
Manajer Security PT Asa Karya Perkasa, pengelola gedung Medan Fair Plaza, Ade Sandrawati Purba membenarkan ada kebakaran kecil yang terjadi di Biliar Legend, namun tidak sampai mengganggu aktivitas pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi masyarakat tersebut.
Mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Medan, tiba 10 menit setelah mendapat pengaduan dari pihak pengelola gedung. ’’Sekitar 30 menit kemudian petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api sehingga tidak sampai meluas ke tempat lain,’’ katanya.
Dia mengatakan meja-meja biliar tidak satupun yang rusak. Pihak aparat kepolisian dari Poltabes Medan dan Polsek Medan Baru, tuturnya, sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Pihak kepolisian berjanji akan menuntaskan penyelidikan secepatnya, sehingga Biliar Legend itu secepatnya bisa dioperasikan kembali.”
Menyinggung kerugian yang dialami pemilik Biliar Legend, Ade belum berani memberikan angka pasti karena masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Sementara itu, seorang pengunjung, Bulman mengakui kejadian sama sudah tiga kali terjadi di plaza tersebut. Tahun lalu, kata dia, hal sama terjadi di lantai satu dan dua. “Kejadian tersebut juga diduga karena arus pendek. Pihak pengelola gedung harus mengganti instalasi listrik seluruhnya agar tidak terulang kejadian seperti ini,’’ katanya.
Sabtu, 17 Januari 2009
Bank Mandiri targetkan kredit tumbuh 16%
Oleh: Dormaulina Sidabutar
MEDAN: Bank Mandiri menargetkan kredit yang akan disalurkan pada tahun ini tumbuh 16,3%, lebih tinggi dari realisasi tahun 2008 yang mana sampai September 2008 telah terealisasi Rp162 triliun. Realisasi ini naik 33% dibanding realisasi 2007 Rp100 triliun.
Direktur utama Bank Mandiri Agus Martowardoyo mengatakan pihaknya menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit tersebut, tidak disertai terjadinya peningkatan kredit bermasalah.
‘’Kami menargetkan kredit bermasalah pada Bank Mandiri tidak melebihi angka gross NPL 4,4%,” ujarnya di Medan, kemarin.
Dia mengatakan untuk menekan terjadinya lonjakan kredit bermasalah, pihaknya akan menerapkan risk management yang lebih baik yang dilakukan dalam 3 area strategis yakni area front end, middle end dan back end.
Pengusaha Sumut janji turunkan harga
Oleh: Hambali Batubara
MEDAN: Kalangan pengusaha di Sumut yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia Sumatra Utara (Apindo Sumut) berjanji akan melakukan penurunan harga barang pasca penurunan harga BBM yang sudah berlangsung tiga kali untuk jenis premium dan satu kali jenis solar.
Ketua Apindo Sumut, Parlindungan Purba mengatakan pihaknya telah berbicara dengan para pengusaha di Sumut terkait rencana penurunan harga. Hal ini mengingat telah terjadi penurunan harga BBM dan permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar harga-harga segera turun.
Akan tetapi, tambah Parlindungan, para pengusaha meminta waktu terlebih dahulu sebelum menetapkan penurunan harga barang. “ Saya sudah berbicara kepada teman-teman pengusaha, dalam waktu dua minggu ke depan mereka berjanji akan menurunkan harga barang, “ ungkapnya.
Dia mengakui penurunan BBM menentukan terhadap penurunan harga. Namun pihak pengusaha tidak bisa serta merta menurunkan harga karena harus menghitung variabel produksi lainnya selain BBM. Seperti bahan baku pendukung produksi hingga gaji. “Yang pasti pengusaha juga peduli dengan bangsa ini.’’
Namun pun demikian, menurut Parlindungan, penurunan harga tidak begitu besar melihat variabel lain, tidak mendukung nilai keekonomian barang. Seperti infrastruktur di Sumut yang masih banyak yang rusak sehingga menambah biaya transportasi, masih panjangnya biaya perizinan serta masih tingginya biaya spare part kendaraan.
Menurut perhitungan Parlindungan, besaran penurunan harga yang diterapkan pengusaha Sumut tidak lebih besar dari 10%.
Sergai tawarkan peluang investasi
Oleh: Master Sihotang
PANTAI CERMIN, Sumut: Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Deli Serdang lima tahun lalu, menawarkan peluang investasi kepada investor untuk mengembangkan tanaman pisang barangan dan semangka yang memiliki prospek baik di pasar dalam negeri.
Bupati Sergai Ery Nuradi menegaskan saat ini total luas areal pertanaman pisang barangan di daerahnya baru mencapai 745 ha dengan produksi 192.368 kwital pada 2008, sedangkan semangka seluas 7.892 ha dengan produksi sebanyak 117.090 ton pada periode sama.
“Kedua jenis tanaman muda ini langsung mampu menghasilkan dalam waktu relatif singkat dan sangat cocok dikembangkan di Kabupaten Sergai. Kedua jenis tanaman ini hanya bisa tumbuh baik di Serdang Bedagai dan Deli Serdang dengan hasil yang relatif baik,” ujarnya di sela-sela Rakorwil Hipmi se-Sumatra di Pantai Cermin, hari ini.
Pembelian BBM naik 40%
oleh: Master Sihotang
MEDAN: Pemberlakukan harga baru premium dan solar disambut konsumen di Medan dan sekitarnya dengan suka cita. Lonjakan pembelian di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) pun langsung terdongrak mencapai 30%-40% dari hari biasanya.
Eksternal Humas Pertamina Pemasaran dan Niaga Regional I, Erika Fitri mengemukakan penyaluran BBM ke sejumlah SPBU di Sumut pada H-2 dan H-1 pemberlakuan harga baru, turun 10%-15% dari kebutuhan normal.
’’Hal ini terjadi karena mayoritas SPBU sepi pembeli dan masih memiliki stok cukup. SPBU sepi karena masyarakat cenderung menunggu untuk membeli BBM hingga harga turun,’’ ungkapnya.
Dia menjelaskan kebutuhan BBM rata-rata di Sumut sendiri mencapai 3.110 kiloliter (kl) per hari untuk premium, 2.230 kl per hari solar, dan 2.160 kl per hari untuk minyak tanah.
Secara umum, paparnya, stok BBM pada 5 supply point di Sumut dalam jumlah yang cukup. Kondisi pagi sampai 16 Januari 2009, jumlah premium sebanyak 32.390 kl, minyak tanah 13.280 kl, solar 27.320 kl.
Smart luncurkan SMS Rp5.000
Oleh: Master Sihotang
MEDAN: Smart Telecom meluncurkan pesan singkat sepuasnya ke Malaysia dengan tarif berlaku hanya Rp5.000 per minggu.
Tom Alamas Dinharsa, Head of VAS and Business Development Smart mengemukakan, layanan SMS internasional ini merupakan layanan yang pertama di Indonesia, dimana setiap konsumen bisa mengirim SMS dengan satu harga.
’’Untuk menikmati layanan ini, pelanggan cukup melakukan registrasi dengan cara menekan *767*7 lalu tekan call/yes. Program ini berlaku untuk pelanggan pascabayar dan prabayar Smart, berlaku sampai 30 Juni 2009,’’ katanya.
Dia menyebutkan bukan hanya SMS, dengan menggunakan Smart, pelanggan juga bisa menggunakan panggilan internasional dengan Smart VoIP (Voice over Internet Protocol) 01033 yang bertarif flat sepanjang hari 24 jam non stop.
Jumat, 16 Januari 2009
Sumut alokasikan Rp53 miliar untuk Pemilu 2009
Oleh: Dormaulina Sidabutar
MEDAN: Pemerintah Provinsi Sumut mengalokasikan anggaran Rp53 miliar untuk penyelenggaraan pemilihan umum legislatif April 2009 dan pemilihan presiden Oktober 2009.
Gubernur Sumut Syanmsul Arifin mengemukakan besaran anggaran Rp53 miliar tersebut sudah diputuskan dalam Rapat koordinasi Persiapan Pemilu 2009 tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Sumut.
‘’Rakor juga mengecek kesiapan kebutuhan administrasi, pengamanan dan keperluan fisik penyelenggaraan Pemilu 2009. Kami harapkan berjalan aman dan sukses di Sumut,’’ katanya.
Dia mengungkapkan pihaknya saat ini sedang menunggu keputusan pemerintah pusat mengenai persiapan logistik Pemilu, apakah dilakukan dengan mekanisme tender atau penunjukan langsung.
Dalam raker Mendagri dengan gubernur se-Indonesia di Jakarta beberapa waktu, tuturnya, Mendagri meminta agar pelaksanaan persiapan Pemilu 2009 tidak sampai tumpang tindih, termasuk dalam hal pendanaan.
“Seperti jangan sampai pendanaan sudah ditanggung APBN, ditanggung lagi oleh APBD. Untuk ha seperti ini, saya minta jajaran pejabat teknis untuk bekerja keras dan terus menerus meningkatkan pengawasan,’’ tegasnya.
Penyaluran raskin di Bengkulu 100%
Oleh: Antara
BENGKULU (Antara): Penyaluran beras bagi keluarga miskin (Raskin) tahun 2008 di Provinsi Bengkulu telah teralisasi 100%.
Humas Bulog Divisi Regional (Divre) Bengkulu, David Susanto, mengemukakan setiap tahunnya penyaluran raskin di Bengkulu berjalan lancar dan realisasinya mencapai 100%.
’’Pagu untuk masing-masing kabupaten/kota, telah ditetapkan yakni 16.392 ton untuk 163.936 kepala keluarga (KK) rumah tangga miskin (RTM) yang tersebar di sembilan kabupaten/kota,’’ katanya, hari ini.
Dia merinci lebih lanjut, untuk Kota Bengkulu sebanyak 1.891.200 kg yang akan diberikan pada 18.912 RTM, Kabupaten Bengkulu Utara 3.937.200 Kg untuk 39.372 RTM.
Kemudian Kabupaten Mukomuko sebanyak 1.131.900 Kg bagi 11.319 RTM, Seluma 2.008.700 Kg untuk 20.087 RTM, Bengkulu Selatan 1.324.200 Kg yang akan diberikan pada 13.242 RTM, Kaur sebanyak 1.994.400 Kg bagi 19.944 RTM, Rejang Lebong 2.035.000 Kg untuk 20.350 RTM, Kepahiang 1.145.900 Kg bagi 11.459 RTM dan Lebong 924.300 Kg yang diberikan pada 9.243 RTM.
Mengenai harga beli, menurut dia, pada 2008 terjadi kenaikan harga raskin yakni menjadi Rp1.600 per kg, sedangkan sebelumnya masyarakat hanya harus membayar Rp1.000 per kg. ’’Kenaikan harga itu, disebabkan adanya kenaikan harga beras di tingkat nasional.’’
Khusus kuota Raskin 2009 bagi Bengkulu, menurut dia sudah ditetapkan di pusat namun datanya belum masuk di Bulog Bengkulu.
Organda Aceh siap turunkan tarif angkutan oleh: Antara
Oleh: Antara
BANDA ACEH (Antara): Pengurus DPD Organda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menyatakan siap menurunkan tarif angkutan penumpang dan barang menyusul kebijakan pemerintah yang menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), sejak 15 Januari 2009.
’’Kami bersama pengusaha angkutan di daerah ini sudah siap untuk menurunkan tarif, namun besaran penurunan tarif penumpang dan barang masih menunggu petunjuk Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organda,’’ kata Ketua DPD Organisasi gabungan angkutan darat (Organda) NAD Zamzami Ali, di Banda Aceh, hari ini.
Dia menjelaskan pada prinspinya, para pengusaha angkutan di NAD sudah sepakat menurunkan tarif penumpang dan barang, namun untuk keseragamannya perlu petunjuk yang jelas agar tidak menimbulkan kebingungan bagi pemakai jasa angkutan darat itu.
’’Bahkan, sebagian pengusaha angkutan bus di daerah ini telah menurunkan tarif penumpang,’’ katanya.
Sebagai contoh, tutur dia, kalau sebelumnya bus standar antarkota antarprovinsi (AKAP) jurusan Banda Aceh-Medan, Sumut, dipungut Rp140.000 per orang, kini bagi mereka yang membayar Rp130.000 juga dilayani kendati pada tiketnya tetap tercantum Rp140.000 per orang.
’’Yang jelas, setelah pemerintah menurunkan lagi harga BBM, para pengusaha angkutan umum di Banda Aceh, baik tarif penumpang maupun barang, banyak pengusaha yang melonggarkan tarifnya.’’
Dia mengungkapkan penyesuaian tarif angkutan umum juga diberlakukan pengusaha mobil barang, namun tidak seragam karena mereka masih menunggu edaran dari DPP Organda agar para pedagang tidak menjadikan tarif angkutan sebagai ’kambing hitam’ belum turunnya harga barang.
Selama ini disebutkan, para pedagang belum menurunkan harga barang karena alasan mahalnya tarif angkutan, padahal para pengusaha angkutan barang itu telah menyesuaikan menyusul diturunkannya harga BBM jenis solar dan premium masing-masing menjadi Rp4.500 per liter.
’’Kemungkinan, penurunan tarif angkutan penumpang dan barang akan diberlakukan setelah Musyawarah Nasional/BMP-IV Organda yang digelar di Padang, Sumatra Barat.’’