Oleh: Antara
PEKANBARU (Antara): Ratusan warga mengeluhkan pelayanan pembuatan nomor pokok wajib pajak (NPWP) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tampan, Pekanbaru, karena pelayanan dinilai lamban dan ‘amburadul’.
Berdasarkan pantuan, Selasa, warga yang sudah memadati kantor sejak pukul 09.00 WIB untuk mengurus NPWP banyak yang tidak terlayani. Akibatnya warga yang sudah tidak sabar terpaksa saling berebut ketika mencari sendiri kartu NPWP mereka di atas meja pelayanan karena tidak ada pegawai yang jaga.
Situasi sempat nyaris ricuh karena warga mulai melakukan protes dan terlibat perang mulut dengan seorang sekuriti kantor pajak tersebut. Sejumlah warga mengeluhkan alasan bahwa mereka tidak dilayani karena pegawai yang bertugas sedang berhalangan masuk kerja.
‘’Saya sudah seminggu lebih mengurus NPWP, tetapi sampai sekarang juga belum selesai, katanya mengurus NPWP bisa kelar satu jam dan paling lama sehari,’’ keluh seorang warga, Zulkarnain.
Keluhan serupa juga diutarakan Hendra dengan menuding petugas pajak seharusnya melakukan antisipasi terhadap lonjakan pengurusan NPWP. Kurangnya tenaga pegawai, lanjutnya, tidak etis untuk dijadikan alasan sehingga pelayanan kepada warga dibiarkan tidak optimal.
‘’Petugas seharusnya sudah bisa mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi,’’ katanya.
Sementara itu, Pjs Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tampan Vadri Usman mengakui bahwa pelayanan tidak dapat optimal karena banyaknya pemohon pribadi dan perusahaan untuk mengurus NPWP setelah masa berlaku kebijakan Sunset Policy diperpanjang dari 31 Desember 2008 menjadi 28 Februari 2009.
Menurut dia, kondisi tersebut sudah terjadi sejak akhir Desember dan terus berlanjut sejak pelayanan kembali dibuka pada 5 Januari lalu.
‘’Bila pada hari biasa hanya ada empat sampai lima pemohon NPWP setiap hari, sekarang bisa ribuan yang datang,’’ ujarnya.
Vadri juga mengakui pihaknya kekurangan pegawai karena hingga kini jumlah pegawai di kantor pelayanan itu hanya sekitar 70 orang, sedangkan jumlah ideal untuk kantor pelayanan pajak pratama seharusnya 120 orang.
Meski begitu ia membantah pihaknya tidak melakukan antisipasi terhadap lonjakan pemohon dan mengabaikan pelayanan.
Ia mengatakan telah membentuk satuan tugas khusus yang terdiri atas delapan pegawai, sedangkan jadwal pelayanan di kantor tersebut juga diperpanjang hingga pukul 21.00 WIB setiap hari untuk mengantisipasi lonjakan pemohon NPWP. Selain itu, ia juga menyalahkan banyak perusahaan yang baru mengurus NPWP pegawai pada awal tahun ini.
Padahal, pihaknya sudah melakukan sosialisasi tentang Sunset Policy sejak tahun lalu.
’’Saya menolak bila dikatakan petugas tidak bekerja dengan benar, tatapi dalam situasi sangat ramai seperti ini semuanya jadi susah.’’
Ia menambahkan, para pemohon agar tidak cemas apabila pengurusan NPWP belum selesai hingga batas kebijakan Sunset Policy habis pada 28 Februari, karena setiap pemohon yang sudah memasukan formulir sudah dianggap memiliki NPWP meski pengurusan belum sepenuhnya selesai.
’’Para pemohon yang sudah memasukan formulir tetapi belum selesai dapat diberikan kartu keterangan terdaftar NPWP,’’ tandasnya.
Selasa, 13 Januari 2009
Pelayanan NPWP di Pekanbaru Dinilai Lamban
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
tipu... mana ada satu hari bisa ribuan, yang paling rame itu diwilayah riau kepulauan, dari riau kepulauan yang paling rame di kantor pajak batam, itu pun paling tinggi satu hari bisa 1500 (seribu lima ratus wp), kalo pekan baru sy berani taruhan pada saat paling rame per hari nggak bakalan lebih dari 500 permohonan, tapi kalau dikumpul-kumpul ya sepuluh ribuan juga bisa.
BalasHapus