BANDARLAMPUNG (Antara): Komoditas hasil industri minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) Provinsi Lampung bulan Januari-November 2008 menyumbang devisa US$765,97 juta, naik 230,64% dibandingkan periode yang sama 2007.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Lampung, Agus Salim, mengatakan, selama sebelas bulan itu Lampung mampu mengekspor CPO 810.660 ton ke sejumlah negara, berhasil membukukan devisa US$765,97 juta.
Angka itu bila dibandingkan dengan realisasi periode yang sama 2007 dengan volume 370.929 ton senilai US$231,66 juta, berarti terjadi peningkatan volume yang cukup drastis sampai 118,55%, bahkan perolehan nilai devisanya melejit sampai 230,64%.
Dengan meraih devisa US$765,97 juta itu, kata dia, CPO mampu menyumbang 20,23% dari total perolehan devisa ekspor non-migas daerah Lampung Januari-November 2008 sebesar US$3,78 miliar dari total volume ekspor 7.696.767 ton.
Selama tahun 2007, CPO Lampung terekspor 410.852 ton meraih devisa US$262,12 juta, berada di peringkat ketiga setelah bubur kertas (pulp) dan udang beku.
Ekspor CPO asal Lampung selama ini ke beberapa negara al. Belanda, Spanyol, India, Italia, dan Jerman oleh perusahaan PT Bukit Kapur Perkasa, PT Sinar Alam Permai, PT Smart Tbk, PT Harapan Sawit Lestari, PT Hondoli, PT Aman Jaya Perdana, dan PT Tunas Baru Lampung.
Selasa, 13 Januari 2009
Devisa Ekspor CPO Lampung Naik 230%
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar