oleh: Master Sihotang
MEDAN: Eksistensi sembilan etnis suku bangsa yang menjadi warga asli Provinsi Sumatra Utara (Sumut) yang terus hidup rukun dan damai antar sesamanya sejak dulu sampai kini, akan diseminarkan di Bandung, Jawa Barat. Pelaksanaan seminar yang berlangsung sehari penuh itu, akan digelar di Kampus Universitas Maranatha, Bandung pada 28 Maret 2008.
Hal ini diutarakan pelaksana seminar yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Martabe Jawa Barat, Robert Siregar, usai bertemu dengan Gubernur Sumut Samsul Arifin di Medan kemarin.
Siaran pers yang diterima Bisnis kemarin mengungkapkan selain seminar sehari, pihaknya juga akan melakukan malam pertemuan silaturrahmi antara masyarakat sembilan etnis Sumut tersebut di tempat sama.
"Acara silaturrahmi itu akan dihadiri sedikitnya 1.200 orang yang mewakili sembilan etnis di Sumut yang tersebar di Bandung ," katanya.
Dia menjelaskan kedatangannya menemui Gubernur Syamsul Arifin adalah untuk meminta restu dan dukungan terhadap acara, agar bisa terlaksana dengan sukses.
Apalagi, lanjut Robert, restu dari Gubernur Sumut tersebut merupakan hal yang diharapkan pihaknya. Karena, Syamsul Arifin tidak hanya sebagai Gubernur bagi sembilan etnis di Sumut, tetapi juga sebagai seorang pemimpin yang menjadi sahabat semua suku (sembilan etnis di Sumut).
Sementara, tanggapan Gubernur atas rencana acara yang digelar nantinya, menurut Robert sangat positif. Selain memberikan respon mendukung terselenggarannya acara, Gubernur Sumut Syamsul Arifin, Robert mengakui, juga berpesan agar hal semacam ini tidak hanya dilakukan secara seremonial, tetapi bisa dilakukan secara berkesinambungan.
Sehingga, dengan demikian upaya untuk tetap membangun persatuan dan kesatuan di rumah besar Sumatra Utara akan tetap bisa dilanjutkan dan terus dipertahankan.
Selasa, 13 Januari 2009
Keharmonisan etnis di Sumut diseminarkan di Bandung
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar