oleh: Hambali Batubara
MEDAN:Unit Terminal Peti Kemas (UTPK) Gabion Belawan PT Pelabuhan Indonesia I melakukan pembenahan Container Terminal Operation System (CTOS). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan peti kemas yang selama ini sering merugikan pengguna jasa.
Asisten Manager Hukum, Humas dan Keamanan UTPK Gabion Belawan, Suranto mengatakan kebijakan menghindari penumpukan peti kemas yang sering terjadi lapangan parkir peti kemas dermaga international. Sebelum sistem ini dibenahi, sering terjadi penundaan pemuatan peti kemas yang sudah masuk ke dalam daftar muat ke dalam kapal. Akibatnya terjadi penumpukan peti kemas yang selama ini sering di keluhkan pengguna jasa di UTPK Gabion Belawan.
Suranto mengatakan setelah pembenahan sistem CTOS, maka terjadi perencanaan yangf sistematis mengenai peti kemas yang pendaftaran billing CTOS. " Sehingga hanya peti kemas yang pasti muat yang diparkir di lapangan parkir peti kemas dermaga international, " ujar Suranto di kantornya di Belawan Medan, hari ini.
Masing-masing perusahaan EMKL/PPJK harus melengkapi permohonan Stacking peti kemas dengan data yang lengkap dan terperinci yang terdiri lebih dari 10 item. Seperti nomor booking, nama kapal, tanggal sandar kapal, nomor sel, jenis muatan, pelabuhan transit dan pelabuhan tujuan akhir hingga stempel cap basah perusahaan pelayaran/Feeder operator. Sistem baru ini baru diberlakukan sejak 9 Desember tahun lalu.
Dengan sistem ini dipastikan waktu untuk muat di UTPK Gabion Belawan hanya memakan waktu lima hari. (*)
Selasa, 13 Januari 2009
UTPK Belawan benahi sistem terminal kontainer
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar