Berita selengkapnya.. line-height: 1.4em; /* Fix bug in IE5/Win with italics in posts */ margin: 0; height: 1%; overflow: visible; } .post-footer { font-size: 80%; color: #8facc8; } .uncustomized-post-template .post-footer { text-align: right; } .uncustomized-post-template .post-footer .post-author, .uncustomized-post-template .post-footer .post-timestamp { display: block; float: left; text-align: left; margin-right: 4px; } p.comment-author { font-size: 83%; } .deleted-comment { font-style:italic; color:gray; } .comment-body p { line-height: 1.4em; } .feed-links { clear: both; line-height: 2.5em; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 29px; } #footer .widget { margin: 0; padding-top: 0; padding-right: 0; padding-bottom: 15px; padding-left: 55px; color: #fef6ee; font-size: 90%; line-height: 1.4em; background: url(http://www.blogblog.com/thisaway_blue/icon_footer.gif) no-repeat 16px 0; } /* lists ----------------------------------------------- */ .post ul { padding-left: 32px; list-style-type: none; line-height: 1.4em; } .post li { padding-top: 0; padding-right: 0; padding-bottom: 4px; padding-left: 17px; background: url(http://www.blogblog.com/thisaway_blue/icon_list_item_left.gif) no-repeat left 3px; } #comments ul { margin: 0; padding: 0; list-style-type: none; } #comments li { padding-top: 0; padding-right: 0; padding-bottom: 1px; padding-left: 17px; background: url(http://www.blogblog.com/thisaway_blue/icon_comment.gif) no-repeat left 3px; } .sidebar ul { padding: 0; list-style-type: none; line-height: 1.2em; margin-left: 0; } .sidebar li { padding-top: 0; padding-right: 0; padding-bottom: 4px; padding-left: 17px; background: url(http://www.blogblog.com/thisaway_blue/icon_list_item.gif) no-repeat left 3px; } #blog-pager-newer-link { float: left; margin-left: 29px; } #blog-pager-older-link { float: right; margin-right: 16px; } #blog-pager { text-align: center; } /* links ----------------------------------------------- */ a { color: #4386ce; font-weight: bold; } a:hover { color: #2462a5; } a.comment-link { /* ie5.0/win doesn't apply padding to inline elements, so we hide these two declarations from it */ background/* */:/**/url(http://www.blogblog.com/thisaway_blue/icon_comment.gif) no-repeat left 45%; padding-left: 14px; } html>body a.comment-link { /* respecified, for ie5/mac's benefit */ background: url(http://www.blogblog.com/thisaway_blue/icon_comment.gif) no-repeat left 45%; padding-left: 14px; } .sidebar a { color: #599be2; } .sidebar a:hover { color: #3372b6; } #header h1 a { color: #eef6fe; text-decoration: none; } #header h1 a:hover { color: #b4c7d9; } .post h3 a { text-decoration: none; } a img { border-width: 0; } .clear { clear: both; line-height: 0; height: 0; } .profile-textblock { clear: both; margin-bottom: 10px; margin-left: 0; } .profile-img { float: left; margin-top: 0; margin-right: 5px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0; padding: 3px; border: 1px solid #bdd4eb; } .profile-link { padding-top: 0; padding-right: 0; padding-bottom: 0; padding-left: 17px; background: url(http://www.blogblog.com/thisaway_blue/icon_profile_left.gif) no-repeat left 0; } /** Page structure tweaks for layout editor wireframe */ body#layout #main, body#layout #sidebar { padding: 0; } -->

Selasa, 13 Januari 2009

Sekolah terpadu Rp22 miliar siap diresmikan di Nias

Oleh : Master Sihotang

MEDAN: Gubernur Sumut Syamsul Arifin dijadwalkan akan meresmikan pemakaian gedung sekolah terpadu Dharma Caraka senilai Rp22 miliar di Gunung Sitoli, Nias. Di saat bersamaan, juga akan menyaksikan peresmian sekolah terpadu di Teluk Dalam Nias Selatan oleh Sekjen Departemen Luar Negeri (Deplu) Imron Khotan.

Dia mengharapkan kepala daerah di dua kabupaten yang menerima bantuan tersebut dapat memelihara dengan baik fasilitas pendidikan itu dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan daerahnya sehingga bisa sejajar dengan daerah-daerah lain yang lebih dulu maju.

“Ketersedian bangunan sekolah serta perlengkapannya harus didukung kinerja pejabat dan para tenaga pendidik dengan serius,” ujarnya.

Gubernur menilai masyarakat Pulau Nias pantas bersyukur dengan adanya bantuan pembanguan sekolah yang representatif tersebut.

Sekretaris Jendral Deplu Imron Khotan mengemukakan dana pembanguan sekolah terpadu yang bernilai Rp22 miliar tersebut sumbangan dari para donatur luar negeri yang dikumpulkan oleh Kedutaan Besar RI di seluruh dunia sebagai dukungan terhadap rehabilitasi dan rekonstruksi Nias pasca gempa dan tsunami pada 2004 silam.

’’Dalam hal ini, Deplu hanya memfasilitasi pembanguan sekolah berupa perangkat keras sekolah seperti bangunan sekolah dan mobiler, sedangkan untuk tenaga pengajar serta pendukung lainnya, diharapkan dapat pemerintah daerah,’’ katanya.

Dia merinci pembangunan sekolah terpadu di dua kabupaten di Pulau Nias ini berbiaya Rp22 miliar meliputi Rp11,5 miliar untuk sekolah terpadu di Teluk Dalam Nias Selatan dan Rp10,5 miliar pembanguan sekolah terpadu di Nias.

Berita selengkapnya ..

Nasari kian agresif garap pasar Sumut

Oleh: Master Sihotang

MEDAN: Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari makin agresif mengembangkan sayapnya ke Medan, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatra Utara (Sumut).

Ketua umum KSP Nasari Sahala Panggabean mengemukakan pihaknya sangat mendukung upaya Pemerintah Provinsi Sumut dalam pengembangan ekonomi kerakyatan sebagai basis terkuat dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah Sumut.

’’Sejak Nasari mulai beroperasi di Medan Januari 2008, sudah cukup banyak nasabah dari berbagai kalangan yang telah masuk ke Nasari terutama pensiunan PNS, TNI dan Polri,’’ katanya di Medan, kemarin.

Saat ini, Nasari telah memiliki 9 kantor cabang di seluruh Indonesia meliputi Bandung, Jakarta, Makassar, Yogyakarta, Surabaya, Kupang, Palembang, Medan.

Untuk memperluas cakupan pelayanan, dia menjelaskan Nasari menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, diantaranya PT Pos Indonesia, PT Taspen. Kerjasama dengan PT Pos Indonesia, tuturnya, sangat potensial untuk menarik semakin banyak nasabah dari kalangan pensiunan PNS, TNI dan Polri.

’’Sebab setiap bulannya para pensiunan mengambil gaji pensiunan yang dananya disalurkan dari APBN melalui PT Pos Indonesia. Kerjasama ini memberi jaminan tingkat pengembalian pinjaman sangat aman yang disalurkan Nasari.’’

Hingga kini, Nasari memiliki aset sekitar Rp250 miliar dengan total pinjaman yang diberikan mencapai Rp203 miliar lebih. Sampai akhir 2009, aset Nasari diprediksi mencapai Rp500 miliar dengan estimasi pinjaman yang disalurkan mencapai Rp386 miliar lebih.

Panggabean mengakui bunga yang diberlakukan Nasari 1,75%-2,5% per bulan, lebih tinggi dari bunga perbankan. ’’Tetapi minat masyarakat tetap tinggi. Sampai sekarang kami sudah melayani sedikitnya 100.000 orang, dengan rata-rata pinjaman Rp2,5 juta per orang.’’

Skim pinjaman Nasari, tutur dia, sangat diminati pedagang informal seperti pedagang rokok, pemilik kedai kopi, dan lainnya dengan estimasi perputaran modal sekitar 20% per hari.

Gubernur Sumut Syamsul Arifin menyambut baik kehadiran Nasari karena ikut mendukung upaya pemberdayaan pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) di Sumut.

Berita selengkapnya ..

Senin, 12 Januari 2009

OliMart dukung layanan Pertamina di Kabanjahe

Oleh Master Sihotang

MEDAN: Untuk ketiga kalinya di Sumatra Utara, Pertamina mengoperasikan, one stop service pelumas dengan brand OliMart di Kabanjahe, Provinsi Sumut. Asisten Manager. Retail Marketing Brand Communication Pertamina Pelumas, Redesmon Munir mengutarakan OliMart yang diresmikan akhir pekan lalu adalah yang pertama di Sumatra Utara yang berada di luar Kota Medan, dan tercatat sebagai yang ke-33 di Indonesia. "OliMart Kabanjahe dikelola oleh CV Lau Sekalak, bekerjasama dengan Unit Bisnis Pelumas," ujar siaran pers yang diterima Bisnis di Medan kemarin..

OliMart merupakan outlet pelayanan servis dengan standar operasi Pertamina. Fasilitas yang diberikan antara lain, penggantian oli yang khusus menggunakan pelumas Pertamina, juga layanan lain untuk konsumen, seperti salon mobil, doorsmeer (cuci mobil), pergantian ban, spooring, balancing, dan perbaikan mesin dengan standard servis Prima, Informatif, Nyaman, Teruji, Ekonomis, dan Ramah (Pinter).

Menurut Redesmon Munir, dengan penerapan standar pelayanan OliMart, maka konsumen otomotif akan mendapatkan pelayanan yang sama di seluruh OliMart yang ada di Indonesia. "Kekuatan OliMart bukan hanya dari sisi fisik sebagai bengkel, tetapi sebagai network," tegasnya.

Menurutnya, kata kunci bagaimana memenangkan persaingan bisnis pelumas di sektor retail adalah bagaimana menang di bengkel resmi dan bengkel umum. Tahun 2008 lalu, marketshare pelumas Pertamina adalah sebesar 40% di sektor otomotif dan 60% di sektor industri. Pada tahun 2009 ini, Pertamina menargetkan pertumbuhan sebesar 8%.

"OliMart didesain dengan memperhatikan 4 (empat) stakeholders, yaitu Pertamina sendiri, pemilik bengkel OliMart, mekanik OliMart, dan konsumen," Redesmon Munir.

Menurut dia, sekitar 95% pemilik mobil mengganti oli di bengkel, sedangkan sisanya (5%) mengganti oli sendiri. Untuk memenangkan persaingan di bengkel resmi, kata dia, dilakukan dengan pendekatan, baik kepada ATPM-nya maupun kepada mekanik bengkel-bengkel yang ada di daerah ini.

Sedangkan untuk memenangkan kompetisi di bengkel umum, paparnya, strategi pertama adalah menyenangkan hati pemilik bengkel. Kedua, lanjutnya, menyenangkan hati mekanik bengkel. Dan yang ketiga, adalah menyenangkan hati konsumen.

Olimart didesain untuk pemilik bengkel agar mereka mendapatkan keuntungan, yaitu bengkelnya didesain bagus, sehingga menjadi bengkel representatif yang berbeda dengan bengkel yang lain. Konsumen yang melihat OliMart, akan muncul image bahwa bengkel tersebut terpercaya, karena didukung langsung oleh Pertamina.

Kepada mekanik bengkel, Pertamina memberikan insentif. Sedangkan untuk konsumen, mendapatkan kenyamanan ketika mereka mengganti oli, kepercayaan bahwa produk itu asli dan berkualitas, serta mendapatkan informasi. "Nah, yang inilah kita berikan kepada konsumen, paket servis dengan standard pelayanan Pinter, yang artinya Prima, Informatif, Nyaman, Teruji, Ekonomis, dan Ramah," jelasnya lagi.

Dalam sistem kerjasama OliMart, Pertamina menetapkan syarat berupa minimal omzet, tempat bengkel strategis, dan bisa loyal kepada Pertamina. Imbalannya, pemilik bengkel OliMart diberi signage, software IT, dan sebagainya. Siapapun yang punya bengkel yang lokasinya strategis, traffic density di atas 10 unit mobil/hari, dan punya jasa servis lain selain ganti oli -seperti cuci mobil, ganti ban, dan sebagainya- dapat bergabung dengan sistem OliMart Pertamina. (*)

Berita selengkapnya ..

Wartawan Medan Gelar Aksi Solidaritas Kekerasan Pers di Jalur Gaza

Oleh : HAMBALI BATUBARA

Medan.Puluhan wartawan media cetak dan elektronik di Medan melakukan aksi protes kekerasan terhadap pers yang sedang meliput peperangan di Jalur Gaza, Timur Tengah

Para wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Medan mengutuk tentara Israel yang menembaki wartawan yang sedang meliput.Sampai saat ini sudah 2 wartawan media international yang tewas di tempat dengan kondisi menyedihkan,akibat tembakan terarah serdadu Israel.

Kordinator aksi,Edi Irawan yang juga wartawan indosiar mengatakan tindakan Israel yang menembaki wartawan di nilai telah melanggar undang-undang peperangan international dan HAM. Tentara Israel dinilai telah membungkam kebebasan pers dengan membunuh awak media serta memutus informasi.

"Kita menyayangkan alasan penembakan Israel karena keberpihakan pers terhadap kelompok Hamas. Padahal itu semua terjadi karena tidak terbukanya Israel terhadap jurnalis,"kata Edi Irawan di depan Kantor Konsulat Amerika di Jalan Walikota di Medan,kemarin

Atas tindakan kekerasan ini,Forum Jurnalis Medan mengajak organisasi pers international untuk meminta mahkamah international menjatuhkan hukuman berat kepada Israel karena telah melakukan pelanggaran Konvensi Jenewa dengan melakukan pelanggaran perang.

Aksi ini berlangsung di depan kantor konsulat Amerika dengan membawa poster yang berisi kecaman terhadap Israel. Konsulat Amerika dipilih karena dianggap Amerika juga harus bertanggung jawab penuh atas kondisi tersebut karena Negara adi kuasa tersebut telah melegalkan terjadinya agresi tentara Israel.

Aksi ini berjalan dengan damai yang ditutup dengan pelemparan telur busuk ke bendera Israel. Aksi juga tidak mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian seperti lazimnya demo terhadap Israel. Kontras dengan yang terjadi di Jalur Gaza,dalam aksi tersebut antara Jurnalis dengan pihak keamanan tampak akrab, ada yang saling bercanda dan bertegur sapa.(*)

Berita selengkapnya ..

Aktivitas bongkar muat naik di Belawan

Oleh : Hambali Batubara

MEDAN : Aktivitas bongkar maut peti kemas di dermaga international di Unit Terminal Peti Kemas (UTPK) Gabion Belawan mengalami kenaikan. Berdasarkan data RKAP 2008 yang bandingkan dengan estimasi hingga akhir Desember 2008, kenaikan aktivitas bongkar muat di tempat tersebut mengalami kenaikan hingga 18%.

Asisten Manager Hukkum, Humas dan Keamanan UTPK Gabion Belawan, Suranto mengatakan kenaikan aktivitas bongkar muat di dermaga international menunjukan kegiatan ekspor impor di Pelabuhan Belawan berjalan dengan baik.

Tambahnya, dengan peralatan yang ada, pihaknya dapat mengoptimalkan sehingga dapat melayani pengguna jasa yang hendak melakukan bongkar muat. Berdasarkan data Unit Terminal Peti Kemas Gabion Belawan menyebutkan terjadi kenaikan aktivitas di dermaga international, bongkar 9,5% dan muat 8,8%. Sedang Call Kapal (jumlah kunjungan kapal) menunjukan kenaikan sebanyak 87%.

Suranto menilai, kenaikan aktivitas bongkar muat tidak terlepas dari baiknya perekonomian Sumut di tahun 2008. Harga-harga komiditi ekspor sangat baik sehingga kegiatan muat mengalami kenaikan.

Suranto mengatakan saat ini pihaknya mengoperasikan 6 alat container dan 11 transtainer setelah mendapat tambahan 4 transtainer dalam melakukan aktivitas. Selain itu pihaknya memiliki 2 top loader, 25 head truk, 27 chasis, 2 forklift, 2 Harbor Mobile Crane, 1 reachstaker dan side loder.

" Jumlah sarana saat ini sudah cukup memadai, " jelas Suranto saat ditemui di kantornya di Belawan, Medan kemarin. Namun ia menambahkan pihaknya mengharapkan tambahan peralatan karena Pelindo I Belawan berencana memperluas dermaga sepanjang 700 m yang pengerjaannya dilakukan tahun ini.

Suranto mengatakan aktivitas bongkar muat di dermaga international maupun di antar pulau akan mengalami kenaikan di tahun 2009. Salah satu alasannya adalah diperpanjangnya dermaga sehingga daya tampung menjadi meningkat.(*)

Berita selengkapnya ..

Menlu bantu promosikan Sumut ke luarnegeri

Oleh Dormaulina Sidabutar

MEDAN : Gubernur Sumatra Utara Syamsul Arifin berharap Deparmen Luar Negeri RI melalui Menteri luarnegeri (Menlu) turut mempromosikan daerah Sumut ke luarnegeri agar para investor berminat menanamkan investasinya di provinsi tersebut.

”Kita perlu menggerakkan cara diplomasi yang baik agar dunia luar tidak takut datang ke Indonesia,” kata Gubsu di Medan pekan lalu. Selain itu Syamsul juga mengharapkan komitmen Muspida khususnya Polri untuk memantapkan kondisi yang kondusif.

Gubsu menyatakan hal itu saat bersantap malam bersama dengan Menlu Hasan Wirayuda di Gubernuran dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Pulau Nias meresmikan sekolah terpadu atas bantuan yang dihimpun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Menlu Hasan Wirayuda berjanji membantu mempromosikan potensi Sumut dengan menggalang kerjasama dengan negara-negara lain. Upaya ini menurutnya dapat dilakukan melalui promosi perdagangan dan investasi, pengembangan tenaga kerja dan kepariwisataan.

Karena menurut Menlu, Sumatra Utara sangat potensial sebagai daerah pengembangan investasi apalagi provinsi ini mempunyai posisi strategis terhadap dunia luar disamping memiliki potensi sumber daya alam yang sangat baik dan wilayah yang cukup kondusif.

Pada kesempatan itu, Menlu menyampaikan apresiasinya atas terobosan Pemprovsu dan Muspida Sumut untuk membangun sinergitas dalam mengggairahkan iklim investasi di Sumut.

“Oleh karena itu Departemen Luar Negeri akan turut memajukan daerah-daerah termasuk Sumatra Utara melalui kerjasama dengan dunia-dunia luar. Sesungguhnya pimpinan-pimpinan negara asing telah banyak memberikan penilaian yang positif terhadap kemajuan Indonesia seperti perkembangan demokrasi, pertumbuhan ekonomi, penanganan terorisme dan stabilitas keamanan yang semakin kondusif,” janji Hasan.

Dalam kesempatan yang sama Ny Hasan Wirayuda maupun Menlu sangat menghargai cita rasa makanan khas Sumut dan berjanji akan ikut mempromosikannya dengan bahasa asing untuk bekerjasama dengan Dekranas Sumut.

Berita selengkapnya ..

2009, investasi sulit diharapkan meningkat

Oleh Dormaulina Sidabutar

MEDAN: Pada tahun 2009, investasi baik asing maupun lokal terutama di Provinsi Sumatra Utara (Sumut) pertumbuhannya akan melambat menyusul momen pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang jatuh pada tahun ini.

Ekonom USU Jhon Tafbu Ritonga mengemukakan melambatnya perkembangan investasi dalam negeri maupun asing tahun 2009 karena dipengaruhi sikap para investor yang akan membuat keputusan apakah melakukan investasi atau tidak setelah mereka mengetahui siapa presiden terpilih nantinya.

“Menjelang Pemilu yang jatuh tahun ini para investor akan menunggu sampai mereka mengetahui jelas siapa pemerintahan baru yang akan terpilih. Keputusan dibuat setelah presiden terpilih dan itu sudah mau tutup tahun. Sehingga saya pikir, tahun 2009 tidak ada yang bisa diharapkan dan tahun ini merupakan tahun yang sulit bagi investasi kita,” ujarnya menjawab Bisnis di Medan kemarin.

Secara terpisah Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Badan Investasi dan Promosi (Bainprom) Sumut Effendy Siahaan mengatakan tahun 2009 optimis investasi di Sumatra Utara akan meningkat dari tahun lalu namun pihaknya belum bisa memperkirakan berapa besar peningkatan yang diharapkan.

“Kita optimis, investasi bisa meningkat dari tahun lalu. Peningkatan itu diharapkan akan ada mengingat pada tahun ini sistem pelayanan satu atap (one stop service) mulai diimplementasikan di Sumatra Utara. Karena secara eksternal selama ini yang paling banyak dikeluhkan para investor adalah masalah pelayanan. Kemudian dukungan infrastruktur dan kepastian hukum,” katanya.

Alasan optimisme peningkatan itu, menurut dia dengan melihat perkembangan investasi di Provinsi Sumatra Utara (Sumut) selama tahun 2008 yang sudah terealisasi ternyata masih belum menggembirakan.

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima pihaknya menunjukkan kinerja investasi baik asing maupun penanaman modal dalam negeri di provinsi itu mengalami penurunan cukup tajam. Hal tersebut tercermin dari penurunan nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) hingga sebesar 27% atau yang terealisasi hanya mencapai US$ 249 juta dari realisasi nilai investasi tahun 2007 mencapai US$ 330 juta dengan jumlah 19 proyek dari 48 proyek yang sudah mendapat Surat Persetujuan (SP).

Data realisasi investasi asing di Sumut 2008 yang dikeluarkan Bainprom Sumut tercatat jumlah PMA yang sudah mendapat ijin usaha tetap (IUT) hingga posisi Desember mencapai 19 (sembilan belas) sektor usaha yang terdiri dari industri kimia, perumahan, perhotelan masing-masing 1 proyek, sementara sektor usaha perkebunan, industri kayu, industri barang logam dan industri lainnya masing-masing 2 proyek, kemudian 3 proyek industri perumahan dan 5 sektor jasa.

Jika dilihat dari negaranya, 19 proyek asing itu, disebutkan 5 perusahaan yang berinvestasi berasal dari Inggeris, 5 perusahaan asal Singapura, sedangkan Amerika dan Malaysia masing-masing 2 perusahaan, disusul Perancis 1 perusahaan, Australia 1 perusahaan, Korea Selatan 1 perusahaan, asal Taiwan 1 perushaaan dan Luxemburg 1 perusahaan.

Siahaan tidak bisa memastikan apa yang menjadi faktor penurunan investasi asing di Sumut namun katanya investasi berjalan atau tidak tergantung dari keadaan keuangan dari para investor itu sendiri. “Apakah ini berpengaruh kepada kondisi ekonomi global, kami tidak tidak memprediksi karena krisis baru saja terjadi,”

Cuma, lanjutnya dari sisi penyerapan tenagakerja, proyek investasi asing pada tahun 2008 justru mengalami peningkatan dari 6.279 tahun 2007 menjadi 7.343. Ini menunjukkan bahwa investasi asing di Sumut masih cukup tinggi menyerap tenagakerja dan belum terpengaruh gejolak ekonomi global yang terjadi,”

Dan, masih menurut Siahaan sampai saat ini investor asing masih tertarik dan berminat berinvestasi di Sumut yang ditunjukkan dari rencana perluasan beberapa sektor usaha yang sudah direalisasikan sebelumnya.

Sampai akhir Desember 2008 lalu, sebutnya sedikitnya delapan proyek modal asing yang sudah mendapat Surat Persetujuan Perluasan (SPP) dengan nilai investasi mencapai US$ 48 juta dan yang sudah mendapat Izin Usaha Tetap (IUT) sebanyak 3 proyek senilai US$ 9,5 juta.

Berita selengkapnya ..

2009, IKD terus produksi ban khusus kejuaraan

Oleh Dormaulina Sidabutar

MEDAN : PT Industri Karet Deli (IKD) tahun ini masih terus memroduksi ban dengan berbagai tipe dan ukuran khusus kejuaraan seperti go kart, grass track dan rally menyusul dipilihnya ban produksi IKD sebagai ban resmi kejurnas.

Khusus ban Grass Track yang perdana diproduksi secara massal Juli 2006, Sales Representative PT Industri Karet Deli, Gunawan, menyatakan bahwa ban tersebut telah dinobatkan sebagai ban resmi kejurnas Grass Track dalam 3 tahun berturut-turut.

“Sejak tahun 2007, 2008 dan tahun ini kami masih tetap produksi ban khusus untuk kejuaraan. Karena ban khusus untuk kendaraan kejuaraan yang telah kami produksi itu telah dipilih menjadi ban resmi pada Kejurnas Grass Track. Begitu juga pada kejurnas Go kart, ban kami terpilih sebagai ban resmi kelas mini cadet,” jelasnya kepada Bisnis di Medan kemarin.

Dia juga mengatakan di samping itu pihaknya juga memproduksi ban tipe lain yang diperuntukkan pada kategori motocross Special Engine ukuran 80/100-21 tipe Terra Cross, kemudian 100/100-18 dan 110/100-18 tipe Terra Cross dan ukuran 100/90-19 dan 110/90-19 tipe Terra Cross.

Menurutnya, investasi di bidang otomotif ini terus dilakukan IKD dengan memproduksi ban tipe mini ukuran 2.50-10 dan 2.75-10 Terra Cross, 60/100-14 dan 80/100-12 Terra Cross yang diperuntukkan memenuhi kebutuhan crosser cilik di kelas SE 50 cc.

Ban lainnya yang khusus dirancang, tutur Gunawan adalah Spectra Radial Pro Rally ukuran 175/70 R14 yang merupakan ban rally pertama buatan dalam negeri dan telah dipakai oleh Tim Bla Bla Bla Spectra pada putaran ke-6 Asia Pasific Rally Championship (APRC) di Makasar pada pertengahan September tahun lalu yang berhasil menjuarai kelas GR 2.1.

Gunawan menjelaskan pihaknya terdorong memproduksi ban khusus kompetisi otomotif karena adanya permintaan dari pereli lokal terutama pereli Sumut yang mengeluhkan mahalnya ban rally impor dan juga pasokan yang sangat terbatas.

”Investasi kami di bidang otomotif dengan memproduksi ban khusus untuk kejuaraan ini sebagai upaya memenuhi kebutuhan para pereli dalam mendapatkan ban berkualitas dengan harga terjangkau dan mudah diperoleh. Jadi misi kami di sini turut memajukan dunia otomotif Indonesia ,” tuturnya.

Dalam hal ini, tambah dia Industri Karet Deli mau membuktikan bahwa pihaknya sebagai perusahaan PMDN kapabel memproduksi ban kompetisi yang "high performance" yang dapat diterima konsumen baik dalam maupun luar negeri.

“Dari data penjualan kami, 50% ban yang diproduksi IKD tidak termasuk ban khusus kejuaraan sudah diekspor ke lebih dari 40 negara yang mencakup 5 benua antara lain USA, Inggris, Italia, Australia, Timur Tengah dan lain-lain sedangkan selebihnya dijual di pasar domestik dengan pasar tersebar merata,” tambah Gunawan.

Berita selengkapnya ..

TPL diminta libatkan tokoh Pollung dalam program CD

Oleh: Master Sihotang

MEDAN: Beberapa pemuka masyarakat Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumut, mengharapkan manajemen PT.Toba Pulp Lestari (TPL) Tbk dapat mengikutsertakan tokoh masyarakat dalam program terpadu berbasis peternakan yang cukup berhasil di Toba Samosir (Tobasa).

Program terpadu peternakan tersebut merupakan salah satu program CD yang dikembangkan pihak TPL.

Salah satu tokoh masyarakat Pollung, Saut Lumban Gaol, berharap sebagian dari dana CD (community development) tahunan TPL yang menjadi bagian dari Kabupaten Humbahas dapat dialokasikan untuk pertanian terpadu.

Pertanian terpadu mengacu pada sistem pertanian terpadu (integrated farming system – IFS) yang dimotori TPL sejak 2003, meliputi kegiatan peternakan sapi, pertanian hortikultura dan perikanan darat.

Sampai saat ini, sedikitnya 117 keluarga petani sudah menjadi peserta dan masing-masing memperoleh tiga ekor sapi untuk dibesarkan dan kemudian Untuk bisa memiliki ketiga ekor sapi tersebut untuk selamanya, para peserta hanya diwajibkan menggulirkan sepasang anak lembunya kepada peserta baru. Pola bergulir ini akan berjalan secara terus menerus.

Tokoh lainnya, Kardes Lumban-Gaol, berharap TPL dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program peningkatan kesadaran hukum bagi masyarakat. Sementara Harris Lumban-Gaol, pemuka masyarakat lainnya, merasa cukup mendapat perhatian baik dari pihak TPL dimana keluarganya mendapat bantuan semen, batu dan seng saat rumahnya kebakaran beberapa waktu lalu. ’’Kami juga berharap TPL ini bisa menjadi tempat kerja bagi anak-anak kami kelak.’’

Staf senior Humas TPL Lambertus Siregar yang menangani kegiatan CD, mengemukakan pihak perusahaan sangat aktif dan peduli terhadap kemajuan masyarakat di sekitar perusahaan dengan berkomitmen menyediakan dana CD.

“Tahun ini juga diagendakan tambahan 60 ekor lagi. Tetapi baru akan direalisasikan kalau calon peserta sudah membuat kandang dan menanam rumput gajah,” katanya.

Khusus untuk kawasan Pollung yang kaya sumber bahan baku kayu, dia mengemukakan bahwa pihaknya merencanakan pelatihan pertukangan untuk peralatan rumah tangga, perkantoran dan juga sekolah.

Berita selengkapnya ..

KBM, Malang Nasibmu Kini

oleh: Master Sihotang

MEDAN: Kebun Binatang Medan (KBM), Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, masih memerlukan pembenahan kalau mau dijadikan sebagai tempat edukasi dan rekreasi.

Kebun binatang yang dipindahkan dari Kampung Baru, Medan itu sudah sekitar tiga tahun menempati lokasi baru di Keluhan Simalingkar B, Kecamatan Tuntungan.

Persoalan yang muncul adalah pohon-pohon pelindung yang membuat suasana teduh seperti di Kebun Binatang Rangunan Jakarta, belum padu benar dengan suasana yang diinginkan para pengunjung. Hal ini dapat dimaklumi karena KBM Medan baru dipindah dari lokasi lama, Kampung Baru pada 2005 lalu.

Namun, bagi binatang yang menjadi penarik pengunjung ke KBM, kondisi saat ini sangat kurang nyaman, banyak binatang terlihat gelisah. Bahkan ada beberapa binatang seperti harimau Sumatra dan gajah yang didatangkan dari Tongkoh, Kabupaten Karo, mati karena kurang tahan dengan kondisi yang ada.

KBM selalu menjadi tempat favorit masyarakat di saat hari liburan dating, seperti saat Hari Raya Idul Fitri dan Tahun Baru, demikian juga pada setiap hari minggu. Hal itu disebabkan karena relatif murahnya biaya masuk ke KBM.

Kalau pada hari-hari biasa, Senin-Sabtu, pengunjung tidak begitu ramai walaupun karcis masuk diturunkan menjadi Rp3.750 (termasuk asuransi bagi pengunjung per orang). Di saat hari minggu atau libur, harga tiket Rp4.750 per orang.

Sepertinya, praktis pemasukan dari penjualan karcis belum bisa diandalkan untuk memelihara dan memperbaiki KBM menjadi tempat edukasi, konservasi, eksperimentasi, dan hiburan yang benar-benar menarik bagi warga Medan.

Di Medan saat ini, tempat rekreasi keluarga sangat minim, sehingga ada juga yang bepergian ke Sembahe, Kabupaten Deli Serdang, arah Berastagi, Kabupaten Karo. Atau ke Theme Park di Pantai Cermin yang dibangun investor Malaysia bersama investor lokal dari Medan.

Aslim Nur, seorang warga Binjai mengaku prihatin melihat kondisi KBM sebagai tempat rekreasi keluarga. Koleksi binatang yang ada, lanjutnya, relatif minim dan tidak ada yang bisa dibanggakan. Kalau mau ambil perbandingan, tutur seorang wiraswasta ini, KBM kalah dengan Kebun Binatang Kota Pematang Siantar.

Semestinya, kata dia, Pemkot Medan bisa menata KBM lebih bagus lagi dengan menggelontorkan dana yang memadai untuk menata kawasan tersebut menjadi lebih baik dan nyaman. Selain itu, koleksi binatang perlu ditambah untuk menarik para pengunjung.

Demikian juga permainan anak-anak, perlu dibangun sehingga para pengunjung tidak hanya sekedar melihat binatang, tetapi juga dapat menikmati permainan lain.

Paling pokok, kata dia, jalan menuju KBM Medan perlu diperbaiki karena jalannya sudah berlubang, selain juga terlalu sempit. “Sudah waktunya jalan menuju KBM Medan dibuat dua arah, sehingga para pengunjung bisa masuk dengan tenang dan nyaman.”

Penataan Total

Sesungguhnya KBM sangat strategis dan memiliki arti penting bagi masyarakat Medan sekitarnya. Misi pembangunan KBM, sebagaimana disebutkan Mantan Dirut PD Pembangunan Chaidir Ritonga adalah konservasi satwa, edukasi satwa untuk masyarakat, eksperimentasi, serta sisi komersial berupa hiburan.

’’Misi konservasi satwa, edukasi, dan eksperimentasi, dimanapun di dunia ini selalu mendapatkan subsisi dari pemerintah, sedangkan sisi komersialnya baru dimanfaatkan untuk memelihara sarana dan prasarana di KBM itu sendiri,’’ katanya.

Ke depannya, tutur dia, PD Pembangunan akan menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Medan agar murid taman kanak-kanak hingga sekolah menengah umum (SMU) di Kota Medan memanfaatkan KBM sebagai tempat edukasi dan eksperimentasi.Namun untuk menjalankan hal itu, KBM perlu dibenahi total.

’’Kami sudah mengajukan proposal kepada Pemkot Medan untuk melakukan pembenahan KBM. Paling tidak dibutuhkan anggaran Rp5 miliar untuk membangun danau buatan di atas areal 5 hektare, agrowisata 10 hektare, membeli satwa, membangun perpustakan satwa, dan merenovasi tempat binatang peliharaan agar layak huni.’’

Tetapi sayangnya, tutur dia, sampai sekarang ini dana tersebut belum ada satu sen pun digelontorkan. ’’Padahal anggaran tersebut sudah disetujui DPRD Medan.’’

Luas areal KBM saat ini mencapai 30 hektare dan baru 10 hektare yang benar-benar dimanfaatkan untuk tempat berbagai satwa jenis reptil, mamalia, dan avec. Jadi, koleksi seluruh jenis binatang di KBM baru mencapai 125 ekor yang terdiri dari berbagai jenis a.l. burung dara mahkota dari Papua, macan tutul, orang utan, dan berbagai binatang reptil.

Kepala KBM Sucitrawan mengatakan sesungguhnya KBM bisa menjadi primadona pemasukan bagi kas daerah asalkan terlebih dulu ditata dan dilengkapi lebih baik dari saat ini sehingga bisa menjadi tempat rekreasi andalan bagi masyarakat Medan.

“Saat ini warga Medan memang haus tempat hiburan. Namun KBM belum mampu menjawab keinginan masyarakat tersebut karena keterbatasan dana. Bayangkan uang masuk dari penjualan karcis hanya Rp20 juta per bulan dan belum mampu mengelola KBM secara mandiri,” tandasnya.

Berita selengkapnya ..

Jumat, 09 Januari 2009

Gasifier, alternatif atasi krisis gas di Sumatra Utara

Oleh Master Sihotang

Ditengah krisis energi listrik di tanah air dan melambungnya harga bahan bakar minyak (BBM) di pasar internasional membuat sejumlah industri kelabakan mencari alternatif pengganti BBM. Ada yang mengembangkan biofuel dan batubara sebagai bahan bakar untuk mengganti BBM dan bahan bakar gas (BBG) yang digunakan selama ini.

Di Medan, Sumut, misalnya, sejumlah industri sarung tangan menjerit karena energi listrik dan gas yang tidak cukup. Para pengusaha lewat asosiasi berteriak minta tolong kepada pemerintah untuk mengatasi krisis gas dan listrik. Namun, sampai detik ini pemerintah belum memberikan solusi.

Perusahaan sarung tangan di daerah ini sebagian mengganti bahan bakar dari gas ke batubara. Satu perusahaan sarung tangan di Medan terpaksa gulung tikar awal Januari lalu karena sudah tidak mampu menambah investasi dengan mengubah BBG menjadi batubara.

Sesungguhnya, mengganti BBG menjadi batubara juga bukan perkara murah, karena harga batubara juga melonjak dari US$600 menjadi US$1.000 per ton.

Untuk mengubah boiler yang awalnya menggunakan BBG ke batubara membutuhkan investasi baru sedikitnya Rp8 miliar sampai Rp12 miliar atau tergantung besar kecilnya skala pabrik yang dioperasikan.

Namun, biaya batubara jauh lebih murah dibandingkan dengan BBG apalagi BBM. Melalui metode gasifier, batubara bisa diubah menjadi gas sebagai alternatif mengganti BBG yang dialirkan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) ke sejumlah perusahaan di darah ini.

"Kami sedang mengembangkan energi altenatif mengatasi krisis listrik dan gas di daerah ini dengan sistem gasifier atau mengubah batubara menjadi gas," kata P. Lukman, Presdir PT Hega Medan kepada Bisnis di Medan belum lama ini.

Menurut dia, PT Alca—pabrik pengolahan aluminium milik Lukman—sudah sejak tahun lalu menggunakan gasifier menggerakkan mesin pengolahan aluminium miliknya tersebut. Coal Gasifier Gas Egine (CGGE) adalah mesin pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar batubara untuk menghasilkan gas. Gas yang dihasilkan melalui sistem gasifier itulah yang dipakai menggerakkan pembangkit listrik tenaga gas. "Ini bisa dipakai sebagai pembangkit genset [generator set] skala industri menengah 5 MW-10 MW," tandasnya.

Ada tiga cara menggunakan batubara sebagai bahan bakar. Pertama, membakar saja dan menimbulkan panas untuk digunakan sebagai sumber enegeri. Biasanya, cara ini menimbulkan polusi yang tinggi. Kedua, batubara dibakar untuk menghidupkan turbin.

Cara tersebut juga menimbulkan asap hitam pekat dan memunculkan pencemaran udara yang bisa mengganggu lingkungan sekitar. Pembakaran seperti ini menghasilkan sulfur, NH3 (gas), NH4 (gas), dan CO2 (gas) kalau dijadikan bahan bakar kotor karena ada minyak tar dan mengeluarkan asap hitam yang mencemari lingkungan. Ketiga, batubara dioksidasi di dalam tabung reaktor atau memasukkan uap ke dalam reaktor untuk menghasilkan gas.

Batubara yang diosidasi, dijadikan Co2 (gas) yang disebut dengan metode gasifiers yang tidak menghasilkan polusi. Untuk membangkitkan energi listrik dari gas batubara tersebut, Cina Oil sudah mampu menghasilkan generator set (genset) dengan kekuatan 500 kW, 1.200 kW, dan 2.000 kW.

Untuk daerah terpencil atau pulau terpencil, gasifier ini cocok dikembangkan sebagai alternatif pengganti pembangkit listrik yang menggunakan BBM. Selain karena harga BBM saat ini mahal, gasifier dapat menghasilkan energi listrik dengan harga lebih murah yakni Rp700 sampai Rp900 per kWh. Dibandingkan dengan biaya memasang Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), gasiefier jauh lebih hemat karena PLTD yang dibangun swasta dan dibeli oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) antara Rp1.700 sampai Rp1.900 per kWh, belum termasuk PPN dan bahan bakar solar. Sedangkan polusi yang ditimbulkan metode gasifier, relatif kecil.

Pabrik yang kini mengalami krisis gas di Sumut saat ini dapat mengubah bahan bakar gas yang dipasok PGN menjadi gas yang dihasilkan dari batubara melalui metode gasifier.

Perusahaan yang selama ini menggunakan gas sebagai bahan bakar, dapat menggunakan gasifier sebagai alternatif mengatasi kelangkaan gas di daerah ini. Biayanya, tidak terlalu mahal. Satu line gasifier, hanya membutuhkan biaya tambahan Rp1 miliar, sedangkan genset gas yang diproduksi Cina Oil harganya hanya Rp1,5 miliar per unit. Untuk menghasilkan 1 MW, butuh dana Rp5 miliar termasuk bahan baku dan lokasi pembangkit, serta gudang pernyimpanan batubara. Untuk pembangkit 2 MW, hanya membutuhkan dana sekitar Rp10 miliar. Gasifier ini sudah teruji di RRC. Di negara tirai bambu itu banyak perusahaan atau sebuah desa hanya menggunakan gasifier sebagai pembangkit listrik.

Sementara itu, Mantan General Manager PT PLN Pembangkitan Sumbagut Albert Pangaribuan menyambut baik metode gasifier dari batubara untuk menghasilkan energi listrik, sehingga industri memiliki alternatif bahan bakar dan sumber energi lain. "Gasifier ini bisa dibangun di daerah-daerah kepulauan seperti Nias dan Pulau-Pulau Batu di Nias Selatan," ujarnya.

Dia mengakui saat ini PLN membutuhkan pembangkit listrik yang hemat energi. Kalau menggunakan solar, PLN semakin tidak kompetitif dan subsidi energi listrik kepada masyarakat relatif besar karena harga BBM sudah di atas US$120 per barel.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut Laksamana Adyaksa juga menyambut baik langkah pengusaha Sumut menghasilkan gas dari batubara. Persoalannya, menurut dia, anggota Apindo Sumut sudah kehabisan modal untuk mengubah energi dari gas ke batubara. Sejumlah anggota Apindo sudah mengubah sumber energi dari gas ke solar. "Ada yang mengembalikan gas ke PGN karena tidak sesusai dengan kontrak yang disepakati sejak awal dan menggunakan batubara sebagai bahan bakar."

Gasifier ini merupakan alternatif baru untuk mengatasi krisis gas dan listrik di Sumut asalkan pengusaha masih kuat membangun pembangkit listrik dan gudang tempat penyimpanan batubara. Minimal pengusaha akan ikut berburu batubara ke sumbernya agar harga bisa lebih murah dibandingkan dengan menggunakan pemasok yang mengambil keuntungan relatif besar dan dapat mempermainkan harga pasar.(*)

Berita selengkapnya ..

Polonia perlu berbenah, walaupun Kuala Namu sedang dibangun

Oleh Master Sihotang

Walaupun target operasional Bandara Kuala Namu—pengganti Bandara Polonia Medan diperkirakan bisa operasi akhir 2009--pemerhati transportasi meminta agar PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Polonia agar meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Filiyanti Bangun, pemerhati transportasi dan Peneliti Bidang Transportasi Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sumatra Utara (USU) Medan mengakui Bandara Polonia pasca kebakaran sepertinya sudah tertata rapi, namun di dalam penuh dengan onak dan duri.

"Setelah diteliti lebih dalam wajah baru terminal Polonia tersebut tidak diikuti dengan sistem pengelolaan tepat sasaran dan menyeluruh karena berbagai hal masih merugikan masyarakat pengguna Bandara Polonia," ujarnya menjawab Bisnis di Medan kemarin.

Dia mencontohkan baggage conveyor di check-in counters hanya satu jalur & satu exit-hole (lubang keluar) menembus make-up are. Make-up area, lanjutnya, sempit & begitu landai cukup berbahaya bagi operator & mempercepat kerusakan kereta barang (baggage-cart), serta mendapatkan trolley sangat sulit karena dikuasai para tukang angkut barang.

Padahal, lanjutnya, trolley itu dimana-mana gratis untuk penumpang dan tidak boleh dikuasai pihak ketiga.

Hal lain yang perlu mendapatkan penataan, menurutnya, taksi memiliki parkir eksklusif merapat empat baris di sepanjang terminal, sedangkan mobil penjemput penumpang dibiarkan jauh, sehingga penumpang harus berjalan jauh menuju mobil penjemput karena tidak ada ruang parkir untuk kiss & ride bagi pengguna bandara.

Paling tidak masuk akal, lanjutnya, hanya Lion Air yang memiliki kantor lost & found di terminal kedatangan, sedangkan maskapai penerbangan lain tidak. "Apakah hanya Lion Air yang mengalami lost & found bagasi di Polonia? Atau mungkinkah perusahaan penerbangan lain sedemikian sulit keuangannya sehingga rame-rame menyewa lost & found bagasi dengan membayar kepada Lion Air untuk menghemat sewa kantor di Polonia?"

Lantas, tutur anggota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu, sampai saat ini PT Angkasa Pura II belum mengasuransikan seluruh terminal penumpang di Polonia dan memasang sistem pengamanan bandara yang terbatas seperti CCTV(Closed Circuit Television), fire-detector, sprinkle-system, dan hydrant system.

Filyanti juga menanyakan mengapa AP II merencanakan membangun kantor-kantor direksi di sekitar bangunan dekat menara Air Ttrafic Controle (ATC)? Bagaimana direksi memantau operasional bandara dari jarak yang jauh terhadap terminal?

Demikian juga jika memerhatikan jadwal keberangkatan pesawat ke-9 maskapai di Polonia, menurut dia, terjadi enam sampai tujuh clash-handling (jadwal check-in bersamaan) yakni yang terpadat antara pukul 12.00-14.00. Diperkirakan jumlah penumpang pada saat clash-handling sekitar 800-1.000 orang. Sebelum kebakaran, lanjutnya, fasilitas belt-conveyor di chaeck-in counter satu lajur tetapi tiga exit ke make-up area yakni masing-masing exit-hole untuk tiga maskapai. Namun di terminal keberangkatan domestik Polonia yang baru dibangun, paparnya, hanya ada satu exit hole untuk ke-9 maskapai.

"Dapat dibayangkan bila dalam dua jam tersebut terjadi enam sampai tujuh clash handling dengan jumlah penumpang rata-rata berkisar antara 800-1000 orang yang berarti jumlah bagasi juga minimal sekitar 800-1.000 potong Jadi, paparnya, untuk 90 menit durasi pelayanan check-in maka 10 potong bagasi per menit akan ditaruh di conveyor.

Sementara, lanjutnya, di make-up area yang sempit & terbatas terdapat enam baggage-cart (kereta barang) untuk masing-masing airline dengan kapasitas 40 potong bagasi per kereta barang. Maka kekacauan yang akan terjadi pada saat check in. Pertama, salah ambil bagasi antar airline. Kedua, rawan pencurian bagasi akibat salah ambil atau pura-pura salah ambil bagasi. Ketiga, bila labelnya terlepas/hilang, maka sulit & perlu waktu lama untuk mengidentifikasi kembali. Keempat, airline yang kedapatan tempat di check-in counter no.1 s/d 14 (ada 34 counter hingga ke exit-hole) akan sangat terhambat sampai di make-up area sehingga ground-time bertambah lama. Kelima, bagasi yang salah muat, sangat rumit penyelesaiannya karena melibatkan antar airline yang berbeda. Keenam, make-up area yang kelandaiannya sangat curam (30 derajat) sangat berbahaya. Ketujuh, manuver baggage-card yang lambat akibat sempitnya make-up area.

Selain itu, tegasnya, hingga kini kamera CCTV dipasang terbatas. Padahal menurut Peraturan Dirjenhubud No. SKEP/77/VI/2005 tentang Persyaratan Teknis Pengoperasian Fasilitas Teknik Bandar Udara, CCTV di satu terminal penumpang wajib dipasang di pintu masuk, hall keberangkatan, koridor, make-up area, check-in counter, ruang tunggu, passport gate & boarding room.

Sementara pemadam kebakaran milik Bandara Polonia sampai sekarang masih tetap tiga unit (1 chemical foam & 2 menggunakan air), padahal sudah terjadi beberapa kali kebakaran. Semestinya, kata dia, Bandara Polonia mengoperasikan minimal 6 unit, karena standar ICAO minimal empat unit harus stand-by di wilayah runway (untuk kebakaran pesawat pada saat take-off & landing) sehingga dua unit bisa digunakan untuk sekitar bangunan.

Sistem pemadam api pada bangunan dalam airport a.l. fire detection & alarm systems, fire hydrants, hose-reels & fire-extinguisher dan yang tak kalah penting pelatihan yang regular bagi seluruh personil Satpam & fire-brigade dalam hal familiarisasi terhadap airport & ketanggapan terhadap situasi darurat juga masih tidak berfungsi di hampir seluruh bandara di Indonesia.

Di hampir seluruh bandara-bandara di Indonesia terutama Polonia & Nias, kata dia, sulit untuk mendapatkan trolley padahal menurut Peraturan Dirjenhubud No.SKEP/77/VI/2005 tentang Persyaratan Teknis Pengoperasian Fasilitas Teknik Bandar Udara, untuk 10 penumpang minimal terdapat 6 trolley.

Bila mempertimbangkan kapasitas terminal penumpang bandara Polonia ± 4,5-5 juta penumpang/tahun atau ± 12.000 penumpang/hari yang wajib membayar PSC/Passenger Service Charge (dulu airport tax) Rp25.000/penumpang, sehingga total pendapatan Polonia dari PSC sebesar Rp300 juta/hari atau Rp9 miliar/bulan. PSC adalah biaya service terhadap penumpang yang mencakup: keamanan penumpang, kenyamanan, keamanan barang, fasilitas umum, kebersihan, CCTV, display/FIDS (flight information data systems). Kemana AP II mengalokasikan dana tersebut karena AP II masih mengabaikan aspek pelayanan kepada penumpang.

Sementara itu, Mantan Pimpinan Cabang PT Angkasa Pura Polonia Medan Alexius Kismoyo kepada Bisnis mengakui masih ada kekurangan di bandara tersebut yang akan dibenahi secara perlahan.

Dia mengakui terminal penumpang sampai saat ini belum diasuransikan, sedangkan CCTV yang terpasang ada di delapan titik di terminal keberangkatan domestik, trolley hanya 250 unit, conveyor belt di chek in keberangkatan terpasang satu unit berbentuk linier. Sedangkan area di depan kedatangan dan keberangkatan iternasional, lanjutnya, diupayakan untuk drop off dan pick up zone sehingga diharapkan tidak parkir di area tersebut.

Khusus taksi, jelasnya, sedang disiapkan area pengendapan sehingga nantinya tidak banyak yang mangkal di depan terminal.

Mengenai kendaraan pemadam kebakaran, tuturnya, Polonia mengoperasikan sebanyak 13 unit masing-masing tujuh pemadam, tiga unit ambulance, satu mobil jenasah, satu uni command car, satu unit utility car." Jadi dari sisi teknis sudah memenuhi persyaratan bandara internasional," tandasnya.(*)

Berita selengkapnya ..

Prestasi jadi motivasi kinerja Pemerintah Sumatra Utara

Oleh Master Sihotang

MEDAN: Sejumlah prestasi yang ditorehkan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprovsu) sepanjang 2008 diharapkan menjadi motivasi agar kinerja Pemprov Sumut bisa lebih baik lagi pada 2009.

"Prestasi besar masyarakat Sumut yang mendapat respon pemerintah pusat antara lain ketahanan pangan, terbaik II nasional Gerakan Pramuka, penghargaan pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender, penghargaan keselamatan dan kesehatan kerja, serta penghargaan tentang penghapusan trafficking," ujar Kepala Badan Informasi dan Komunikasi (Infokom) Provsu Eddy Syofian kepada wartawan di Medan kemarin.

Menurut dia, selain prestasi tersebut, pertumbuhan ekonomi Sumut cukup baik dan hingga saat ini masih di atas rata-rata nasional, yaitu hingga triwulan III/2008 mencapai 6,7 persen, pendapatan domestik regional brutto (PDRB) Rp99 triliun dengan pendapatan per kapita Rp7,9 juta dan indeks pembangunan manusia (IPM) 72,00.

Pemprov Sumut, kata dia, melaksanakan lima agenda besar pembangunan sepanjang 2008 yaitu menciptakan good governance dan mendorong penegakan hukum, pembinaan sumber daya manusia, membina masyarakat yang harmonis dengan rasa keadilan, kesetaraan dan rasa persatuan, membangun ekonomi daerah termasuk pengentasan kemiskinan, membangun prasarana dan sarana daerah.

Di bidang hukum, lanjutnya, Pemprov Sumut membuat terobosan antara alin penandatanganan fakta integritas antikorupsi bagi seluruh bupati/walikota se-Sumatra Utara, test narkoba bagi seluruh aparatur, peningkatan kompetensi aparatur juga dilakukan dengan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap kinerja dan disiplin aparatur, diantaranya dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai instansi guna mengetahui langsung tingkat kehadiran pegawai.

Mulai 2009, Pemprov Sumut akan menerapkan sistem e-procurement agar terjaminnya netralitas dan transparansi proses tender pengadaan barang dan jasa pemerintah. Selain itu, lanjutnya, sebagai upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprovsu diwajibkan menyampaikan laporan kegiatan mingguan instansi kepada Gubsu melalui Sekdaprovsu lewat surat elektronik (e-mail) meliputi penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD, penyusunan pelaporan semesteran, dan penyusunan pelaporan akhir tahun.

Menyangkut peningkatan kesejahteraan PNS sendiri, tahun ini dibangun 1.000 unit Rumah Sehat Sederhana (RSh) type 36 untuk pegawai negeri sipil Provinsi Sumatra Utara. Selain itu mulai tahun ini juga, paparnya, diberikan penghasilan tambahan bagi PNS yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya, dimana untuk eselon II naik sebesar 150%, eselon III 150%, eselon IV 250 persen, dan staf mencapai kenaikan 300%.

Pemprov Sumut, kata dia, membuat gebrakan melaksanakan pendataan asset yang selama ini kurang perhatian sehingga banyak yang terancam hilang, diikuti dengan pemasangan plang nama pada seluruh aset yang sudah jelas dasar kepemilikannya. Sedangkan untuk sertifikasi, Pemprovsu dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut membuat kesepakatan bersama, dimana biaya sertifikasi aset Pemprovsu tersebut hanya dikenakan sebesar Rp1,25 juta sebagai biaya administrasi.

Di sektor pendidikan, Pemprov Sumut pertama kalinya sepanjang sejarah daerah ini, berhasil menetapkan anggaran pendidikan sebesar 20 persen pada APBD 2009. Persentase anggaran pendidikan sebesar 20 persen ini sesuai dengan amanah undang-undang, serta memenuhi aspirasi masyarakat. Peningkatan persentase anggaran dari total APBD sebesar Rp3,6 triliun itu diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan kualitas lulusan, meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, serta meningkatkan kualitas guru. Dana yang cukup besar itu, serta didukung dana dari kabupaten/kota, bahkan diharapkan bisa menggratiskan biaya pendidikan untuk SD, SMP, SMA/SMK negeri bagi keluarga miskin.

Untuk mewujudkan agenda pembangunan pengentasan kemiskinan, tutur Sekda Provsu R.E. Nainggolan, Pemprov Sumut menyalurkan berbagai bantuan pertanian dan peternakan kepada petani kepada pemerintah kabupaten/kota aa.l. dari Dinas Peternakan, Dinas Perkebunan, Dinas Perikanan Provinsi Sumut, Badan Ketahanan Pangan, dan bantuan daerah bawahan.

Untuk bidang infrastruktur, lanjutnya, pembangunan jalan tol Medan-Binjai dan Medan-Tebing Tinggi junction Kuala Namu, pemerintah pusat telah memberikan kesempatan kepada Provinsi Sumatra Utara untuk menyertakan saham dominan. Dalam hal ini, Pemprovsu sedang mengupayakan investor dan pengusaha lokal serta kemungkinan melibatkan BUMD PT Sarana dan Prasarana Sumut.

Di bidang transportasi khususnya bandar udara, tuturnya, Pemprov Sumut secara kontinu memantau dan mengawal proses pembangunan bandara Kuala Namu sebagai pengganti bandara Polonia Medan. Diharapkan pada akhir 2009 mendatang, bandara ini sudah bisa didarati pesawat berbadan lebar. "Kami optimis target pemerintah daerah Sumut akan mendapatkan respon dari masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya."ujarnya.(*)

Berita selengkapnya ..

Warmasif kembangkan UKM di Sumut

Oleh Master Sihotang

MEDAN: Keberadaan Warung Masyarakat Informasi (Warmasif) Indonesia dinilai dapat membantu pemasaran Usaha Kecil dan Menengah (UKM) ke pasar global dengan biaya relatif lebih murah.

Warmasif yang berada di Kantor Pos--saat ini sudah hadir di 63 Kantor Pos di Indonesia 5 di Sumut--bisa membantu warga mengakses berbagai informasi global, melakukan transaksi online, dan membantu pengayaan wawasan setiap warga melalui aplikasi perpustakaan digital.

Hafni Seftiana, Kepala Sub Bidang Direktorat Aplikasi Pertanian Depkominfo, mengatakan Warmasif ditujukan untuk mengembangkan perdagangan komoditi unggulan melalui perdagangan elektronik ( e-commerce).Lanjutnya, tujuan lainnya untuk meningkatkan layanan informasi publik khususnya bidang kesehatan melalui aplikasi layanan kesehatan online, dan pendidikan masyarakat melalui aplikasi layanan perpustakaan digital.

"Tiga keunggulan dari kehadiran Warmasif ini ditujukan untuk optimalisi pencapaian Masyarakat Informasi Indonesia (MII) pada 2015. Selain itu, juga mempercepat dan menunjang tumbuh kembangnya komoditi unggulan melalui e-commerce di daerah," ujarnya kepada wartawan di Medan pekan lalu.

Dia mengakui, pendirian Warmasif didasarkan atas kerja sama antara Sekjen Depkominfo dan Dirut PT Pos Indonesia. Hasil kerja sama ini, paparnya, dilanjutkan ke daerah melalui kerja sama Ditjen Aplikasi Telematika Cq Dit e-Business dengan Kantor Wilayah Pos dan Pemda setempat.

Kerja sama di daerah, menurut dia, sudah menghadirkan Warmasif di 63 Kantor Pos di seluruh Indonesia . Untuk Sumut, jelasnya, Warmasif ada di Kantor Pos Besar Medan, Kantor Pos Toba Samosir, Kantor Pos Kabanjahe, dan Kantor Pos Serdang Bedagai. Pada 2009, lanjut dia, Warmasif akan dibangun di Kota Parapat, Kabupaten Simalungun.

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Medan Ahmad Ridwan menjelaskan tentang mekanisme pelayanan Warmasif di seluruh Kantor Pos di Indonesia.

Menurut dia, penerapan kebijakan pelayanan Warmasif oleh PT Pos Indonesia a.l. menetapkan operasional di lapangan dilakukan Kantor Wilayah Pos dan Kepala Kantor pos.

Selain itu, lanjutnya, untuk memperluas jumlah lokasi/outlet Warmasif, PT Pos Indonesia membuka peluang kerja sama dengan mitra koperasi, swasta, mau pun perseorangan membuka jaringan di lokasitertentu. "Tujuan kerja sama ini, selain memperluas jaringan juga mengurangi kesenjangan akses (digital divide) masyarakat terhadap layanan informasi, pengetahuan, dan komunikasi," katanya.(*)

Berita selengkapnya ..

RRI harus bangkitkan semangat kebangsaan

Oleh : Master Sihotang

MEDAN: Gubenur Sumut Syamsul Arifin mengharapkan Radio Republik Indonesia (RRI) Medan sebagai sebuah Lembaga Penyiaran Publik harus proaktif melakukan perannya menyuarakan berbagai program pemerintah kepada rakyat Sumatra Utara guna membangkitkan semangat rasa kebangsaan dan membina hubungan yang baik demi tetap terpeliharanya rasa cinta tanah air dihati sanubari masing-masing.


Gubernur Sumut mengharapkan RRI Medan bekerjasama dengan Badan Infokom Sumut melakukan program siaran yang menyentuh dan menggugah hati pendengar dengan melibatkan pakar dan tokoh masyarakat untuk menciptakan tetap terpeliharanya kesatuan dan persatuan di daerah ini. Karena menurut Gubsu situasi bangsa ini sudah parah dan kurang memperhatikan etika dan moral.

Untuk itu melalui peran RRI Gubsu mengajak rakyat Sumut untuk menjunjung tinggi nilai budaya dan adat.

"Kami menginginkan rakyat tetap menjunjung tinggi nilai budaya, terutama generasi muda bangsa kita harus memelihara budi pekerti dan menjauhkan sifat "money oriented" demi tetap tegaknya NKRI," ujarnya kepada wartawan di Medan kemarin.

Gubernur Sumut mengharapkan RRI Medan memainkan perannya mengajak rakyat daerah ini untuk berpartisipasi dalam pembangunan yang berkelanjutan, karena RRI sebagai lembaga penyiaran publik merupakan pejuang dalam mendorong masyarakat memelihara tetap tegaknya rasa kebangsaan demi keutuhan NKRI.

Sementara itu Kepala Stasiun LPP RRI Medan Baldwin M Silitonga yang didampingi Kabid Pemberitaan Ferry Tobing, menyatakan kesiapan jajarannya mendukung program Pemprovsu, diantaranya menyukseskan visi dan misi gubsu, mendukung program gubsu khususnya "pro rakyat": dan akan lebih mengintenskan program acara "dimana ada Gubernur disitu ada RRI."

Khusus pada 2009 ini, Baldwin menjelaskan RRI Medan akan melakukan kerja sama dengan Pemkab/Pemko di Sumut dalam hal program acara dan peralatan. Juga melakukan siaran dialog interaktif nasional dari Pesanggrahan Bung Karno Parapat bersama Gubsu dan Dirut RRI serta menyelenggarakan gelar budaya Melayu, Batak, Aceh dalam sebuah sendratari tokoh pemersatu.(*)

Berita selengkapnya ..