Oleh Dormaulina Sidabutar
MEDAN: Pada tahun 2009, investasi baik asing maupun lokal terutama di Provinsi Sumatra Utara (Sumut) pertumbuhannya akan melambat menyusul momen pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang jatuh pada tahun ini.
Ekonom USU Jhon Tafbu Ritonga mengemukakan melambatnya perkembangan investasi dalam negeri maupun asing tahun 2009 karena dipengaruhi sikap para investor yang akan membuat keputusan apakah melakukan investasi atau tidak setelah mereka mengetahui siapa presiden terpilih nantinya.
“Menjelang Pemilu yang jatuh tahun ini para investor akan menunggu sampai mereka mengetahui jelas siapa pemerintahan baru yang akan terpilih. Keputusan dibuat setelah presiden terpilih dan itu sudah mau tutup tahun. Sehingga saya pikir, tahun 2009 tidak ada yang bisa diharapkan dan tahun ini merupakan tahun yang sulit bagi investasi kita,” ujarnya menjawab Bisnis di Medan kemarin.
Secara terpisah Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Badan Investasi dan Promosi (Bainprom) Sumut Effendy Siahaan mengatakan tahun 2009 optimis investasi di Sumatra Utara akan meningkat dari tahun lalu namun pihaknya belum bisa memperkirakan berapa besar peningkatan yang diharapkan.
“Kita optimis, investasi bisa meningkat dari tahun lalu. Peningkatan itu diharapkan akan ada mengingat pada tahun ini sistem pelayanan satu atap (one stop service) mulai diimplementasikan di Sumatra Utara. Karena secara eksternal selama ini yang paling banyak dikeluhkan para investor adalah masalah pelayanan. Kemudian dukungan infrastruktur dan kepastian hukum,” katanya.
Alasan optimisme peningkatan itu, menurut dia dengan melihat perkembangan investasi di Provinsi Sumatra Utara (Sumut) selama tahun 2008 yang sudah terealisasi ternyata masih belum menggembirakan.
Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima pihaknya menunjukkan kinerja investasi baik asing maupun penanaman modal dalam negeri di provinsi itu mengalami penurunan cukup tajam. Hal tersebut tercermin dari penurunan nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) hingga sebesar 27% atau yang terealisasi hanya mencapai US$ 249 juta dari realisasi nilai investasi tahun 2007 mencapai US$ 330 juta dengan jumlah 19 proyek dari 48 proyek yang sudah mendapat Surat Persetujuan (SP).
Data realisasi investasi asing di Sumut 2008 yang dikeluarkan Bainprom Sumut tercatat jumlah PMA yang sudah mendapat ijin usaha tetap (IUT) hingga posisi Desember mencapai 19 (sembilan belas) sektor usaha yang terdiri dari industri kimia, perumahan, perhotelan masing-masing 1 proyek, sementara sektor usaha perkebunan, industri kayu, industri barang logam dan industri lainnya masing-masing 2 proyek, kemudian 3 proyek industri perumahan dan 5 sektor jasa.
Jika dilihat dari negaranya, 19 proyek asing itu, disebutkan 5 perusahaan yang berinvestasi berasal dari Inggeris, 5 perusahaan asal Singapura, sedangkan Amerika dan Malaysia masing-masing 2 perusahaan, disusul Perancis 1 perusahaan, Australia 1 perusahaan, Korea Selatan 1 perusahaan, asal Taiwan 1 perushaaan dan Luxemburg 1 perusahaan.
Siahaan tidak bisa memastikan apa yang menjadi faktor penurunan investasi asing di Sumut namun katanya investasi berjalan atau tidak tergantung dari keadaan keuangan dari para investor itu sendiri. “Apakah ini berpengaruh kepada kondisi ekonomi global, kami tidak tidak memprediksi karena krisis baru saja terjadi,”
Cuma, lanjutnya dari sisi penyerapan tenagakerja, proyek investasi asing pada tahun 2008 justru mengalami peningkatan dari 6.279 tahun 2007 menjadi 7.343. Ini menunjukkan bahwa investasi asing di Sumut masih cukup tinggi menyerap tenagakerja dan belum terpengaruh gejolak ekonomi global yang terjadi,”
Dan, masih menurut Siahaan sampai saat ini investor asing masih tertarik dan berminat berinvestasi di Sumut yang ditunjukkan dari rencana perluasan beberapa sektor usaha yang sudah direalisasikan sebelumnya.
Sampai akhir Desember 2008 lalu, sebutnya sedikitnya delapan proyek modal asing yang sudah mendapat Surat Persetujuan Perluasan (SPP) dengan nilai investasi mencapai US$ 48 juta dan yang sudah mendapat Izin Usaha Tetap (IUT) sebanyak 3 proyek senilai US$ 9,5 juta.
Senin, 12 Januari 2009
2009, investasi sulit diharapkan meningkat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar