Oleh: Dormaulina Sidabutar
MEDAN: Bank Mandiri menargetkan kredit yang akan disalurkan pada tahun ini tumbuh 16,3%, lebih tinggi dari realisasi tahun 2008 yang mana sampai September 2008 telah terealisasi Rp162 triliun. Realisasi ini naik 33% dibanding realisasi 2007 Rp100 triliun.
Direktur utama Bank Mandiri Agus Martowardoyo mengatakan pihaknya menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit tersebut, tidak disertai terjadinya peningkatan kredit bermasalah.
‘’Kami menargetkan kredit bermasalah pada Bank Mandiri tidak melebihi angka gross NPL 4,4%,” ujarnya di Medan, kemarin.
Dia mengatakan untuk menekan terjadinya lonjakan kredit bermasalah, pihaknya akan menerapkan risk management yang lebih baik yang dilakukan dalam 3 area strategis yakni area front end, middle end dan back end.
Sabtu, 17 Januari 2009
Bank Mandiri targetkan kredit tumbuh 16%
Pengusaha Sumut janji turunkan harga
Oleh: Hambali Batubara
MEDAN: Kalangan pengusaha di Sumut yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia Sumatra Utara (Apindo Sumut) berjanji akan melakukan penurunan harga barang pasca penurunan harga BBM yang sudah berlangsung tiga kali untuk jenis premium dan satu kali jenis solar.
Ketua Apindo Sumut, Parlindungan Purba mengatakan pihaknya telah berbicara dengan para pengusaha di Sumut terkait rencana penurunan harga. Hal ini mengingat telah terjadi penurunan harga BBM dan permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar harga-harga segera turun.
Akan tetapi, tambah Parlindungan, para pengusaha meminta waktu terlebih dahulu sebelum menetapkan penurunan harga barang. “ Saya sudah berbicara kepada teman-teman pengusaha, dalam waktu dua minggu ke depan mereka berjanji akan menurunkan harga barang, “ ungkapnya.
Dia mengakui penurunan BBM menentukan terhadap penurunan harga. Namun pihak pengusaha tidak bisa serta merta menurunkan harga karena harus menghitung variabel produksi lainnya selain BBM. Seperti bahan baku pendukung produksi hingga gaji. “Yang pasti pengusaha juga peduli dengan bangsa ini.’’
Namun pun demikian, menurut Parlindungan, penurunan harga tidak begitu besar melihat variabel lain, tidak mendukung nilai keekonomian barang. Seperti infrastruktur di Sumut yang masih banyak yang rusak sehingga menambah biaya transportasi, masih panjangnya biaya perizinan serta masih tingginya biaya spare part kendaraan.
Menurut perhitungan Parlindungan, besaran penurunan harga yang diterapkan pengusaha Sumut tidak lebih besar dari 10%.
Sergai tawarkan peluang investasi
Oleh: Master Sihotang
PANTAI CERMIN, Sumut: Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Deli Serdang lima tahun lalu, menawarkan peluang investasi kepada investor untuk mengembangkan tanaman pisang barangan dan semangka yang memiliki prospek baik di pasar dalam negeri.
Bupati Sergai Ery Nuradi menegaskan saat ini total luas areal pertanaman pisang barangan di daerahnya baru mencapai 745 ha dengan produksi 192.368 kwital pada 2008, sedangkan semangka seluas 7.892 ha dengan produksi sebanyak 117.090 ton pada periode sama.
“Kedua jenis tanaman muda ini langsung mampu menghasilkan dalam waktu relatif singkat dan sangat cocok dikembangkan di Kabupaten Sergai. Kedua jenis tanaman ini hanya bisa tumbuh baik di Serdang Bedagai dan Deli Serdang dengan hasil yang relatif baik,” ujarnya di sela-sela Rakorwil Hipmi se-Sumatra di Pantai Cermin, hari ini.
Pembelian BBM naik 40%
oleh: Master Sihotang
MEDAN: Pemberlakukan harga baru premium dan solar disambut konsumen di Medan dan sekitarnya dengan suka cita. Lonjakan pembelian di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) pun langsung terdongrak mencapai 30%-40% dari hari biasanya.
Eksternal Humas Pertamina Pemasaran dan Niaga Regional I, Erika Fitri mengemukakan penyaluran BBM ke sejumlah SPBU di Sumut pada H-2 dan H-1 pemberlakuan harga baru, turun 10%-15% dari kebutuhan normal.
’’Hal ini terjadi karena mayoritas SPBU sepi pembeli dan masih memiliki stok cukup. SPBU sepi karena masyarakat cenderung menunggu untuk membeli BBM hingga harga turun,’’ ungkapnya.
Dia menjelaskan kebutuhan BBM rata-rata di Sumut sendiri mencapai 3.110 kiloliter (kl) per hari untuk premium, 2.230 kl per hari solar, dan 2.160 kl per hari untuk minyak tanah.
Secara umum, paparnya, stok BBM pada 5 supply point di Sumut dalam jumlah yang cukup. Kondisi pagi sampai 16 Januari 2009, jumlah premium sebanyak 32.390 kl, minyak tanah 13.280 kl, solar 27.320 kl.
Smart luncurkan SMS Rp5.000
Oleh: Master Sihotang
MEDAN: Smart Telecom meluncurkan pesan singkat sepuasnya ke Malaysia dengan tarif berlaku hanya Rp5.000 per minggu.
Tom Alamas Dinharsa, Head of VAS and Business Development Smart mengemukakan, layanan SMS internasional ini merupakan layanan yang pertama di Indonesia, dimana setiap konsumen bisa mengirim SMS dengan satu harga.
’’Untuk menikmati layanan ini, pelanggan cukup melakukan registrasi dengan cara menekan *767*7 lalu tekan call/yes. Program ini berlaku untuk pelanggan pascabayar dan prabayar Smart, berlaku sampai 30 Juni 2009,’’ katanya.
Dia menyebutkan bukan hanya SMS, dengan menggunakan Smart, pelanggan juga bisa menggunakan panggilan internasional dengan Smart VoIP (Voice over Internet Protocol) 01033 yang bertarif flat sepanjang hari 24 jam non stop.
Jumat, 16 Januari 2009
Sumut alokasikan Rp53 miliar untuk Pemilu 2009
Oleh: Dormaulina Sidabutar
MEDAN: Pemerintah Provinsi Sumut mengalokasikan anggaran Rp53 miliar untuk penyelenggaraan pemilihan umum legislatif April 2009 dan pemilihan presiden Oktober 2009.
Gubernur Sumut Syanmsul Arifin mengemukakan besaran anggaran Rp53 miliar tersebut sudah diputuskan dalam Rapat koordinasi Persiapan Pemilu 2009 tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Sumut.
‘’Rakor juga mengecek kesiapan kebutuhan administrasi, pengamanan dan keperluan fisik penyelenggaraan Pemilu 2009. Kami harapkan berjalan aman dan sukses di Sumut,’’ katanya.
Dia mengungkapkan pihaknya saat ini sedang menunggu keputusan pemerintah pusat mengenai persiapan logistik Pemilu, apakah dilakukan dengan mekanisme tender atau penunjukan langsung.
Dalam raker Mendagri dengan gubernur se-Indonesia di Jakarta beberapa waktu, tuturnya, Mendagri meminta agar pelaksanaan persiapan Pemilu 2009 tidak sampai tumpang tindih, termasuk dalam hal pendanaan.
“Seperti jangan sampai pendanaan sudah ditanggung APBN, ditanggung lagi oleh APBD. Untuk ha seperti ini, saya minta jajaran pejabat teknis untuk bekerja keras dan terus menerus meningkatkan pengawasan,’’ tegasnya.
Penyaluran raskin di Bengkulu 100%
Oleh: Antara
BENGKULU (Antara): Penyaluran beras bagi keluarga miskin (Raskin) tahun 2008 di Provinsi Bengkulu telah teralisasi 100%.
Humas Bulog Divisi Regional (Divre) Bengkulu, David Susanto, mengemukakan setiap tahunnya penyaluran raskin di Bengkulu berjalan lancar dan realisasinya mencapai 100%.
’’Pagu untuk masing-masing kabupaten/kota, telah ditetapkan yakni 16.392 ton untuk 163.936 kepala keluarga (KK) rumah tangga miskin (RTM) yang tersebar di sembilan kabupaten/kota,’’ katanya, hari ini.
Dia merinci lebih lanjut, untuk Kota Bengkulu sebanyak 1.891.200 kg yang akan diberikan pada 18.912 RTM, Kabupaten Bengkulu Utara 3.937.200 Kg untuk 39.372 RTM.
Kemudian Kabupaten Mukomuko sebanyak 1.131.900 Kg bagi 11.319 RTM, Seluma 2.008.700 Kg untuk 20.087 RTM, Bengkulu Selatan 1.324.200 Kg yang akan diberikan pada 13.242 RTM, Kaur sebanyak 1.994.400 Kg bagi 19.944 RTM, Rejang Lebong 2.035.000 Kg untuk 20.350 RTM, Kepahiang 1.145.900 Kg bagi 11.459 RTM dan Lebong 924.300 Kg yang diberikan pada 9.243 RTM.
Mengenai harga beli, menurut dia, pada 2008 terjadi kenaikan harga raskin yakni menjadi Rp1.600 per kg, sedangkan sebelumnya masyarakat hanya harus membayar Rp1.000 per kg. ’’Kenaikan harga itu, disebabkan adanya kenaikan harga beras di tingkat nasional.’’
Khusus kuota Raskin 2009 bagi Bengkulu, menurut dia sudah ditetapkan di pusat namun datanya belum masuk di Bulog Bengkulu.
Organda Aceh siap turunkan tarif angkutan oleh: Antara
Oleh: Antara
BANDA ACEH (Antara): Pengurus DPD Organda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menyatakan siap menurunkan tarif angkutan penumpang dan barang menyusul kebijakan pemerintah yang menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), sejak 15 Januari 2009.
’’Kami bersama pengusaha angkutan di daerah ini sudah siap untuk menurunkan tarif, namun besaran penurunan tarif penumpang dan barang masih menunggu petunjuk Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organda,’’ kata Ketua DPD Organisasi gabungan angkutan darat (Organda) NAD Zamzami Ali, di Banda Aceh, hari ini.
Dia menjelaskan pada prinspinya, para pengusaha angkutan di NAD sudah sepakat menurunkan tarif penumpang dan barang, namun untuk keseragamannya perlu petunjuk yang jelas agar tidak menimbulkan kebingungan bagi pemakai jasa angkutan darat itu.
’’Bahkan, sebagian pengusaha angkutan bus di daerah ini telah menurunkan tarif penumpang,’’ katanya.
Sebagai contoh, tutur dia, kalau sebelumnya bus standar antarkota antarprovinsi (AKAP) jurusan Banda Aceh-Medan, Sumut, dipungut Rp140.000 per orang, kini bagi mereka yang membayar Rp130.000 juga dilayani kendati pada tiketnya tetap tercantum Rp140.000 per orang.
’’Yang jelas, setelah pemerintah menurunkan lagi harga BBM, para pengusaha angkutan umum di Banda Aceh, baik tarif penumpang maupun barang, banyak pengusaha yang melonggarkan tarifnya.’’
Dia mengungkapkan penyesuaian tarif angkutan umum juga diberlakukan pengusaha mobil barang, namun tidak seragam karena mereka masih menunggu edaran dari DPP Organda agar para pedagang tidak menjadikan tarif angkutan sebagai ’kambing hitam’ belum turunnya harga barang.
Selama ini disebutkan, para pedagang belum menurunkan harga barang karena alasan mahalnya tarif angkutan, padahal para pengusaha angkutan barang itu telah menyesuaikan menyusul diturunkannya harga BBM jenis solar dan premium masing-masing menjadi Rp4.500 per liter.
’’Kemungkinan, penurunan tarif angkutan penumpang dan barang akan diberlakukan setelah Musyawarah Nasional/BMP-IV Organda yang digelar di Padang, Sumatra Barat.’’
Kamis, 15 Januari 2009
Suku bunga dan inflasi di prediksi akan turun
Oleh : Dormaulina Sidabutar
MEDAN : Tingkat suku bunga dan inflasi pada tahun 2009 diprediksi akan menurun dengan asumsi penurunan tingkat suku bunga ditentukan oleh ekspektasi inflasi, kondisi likuiditas perbankan dan ekspektasi resiko kredit.
Untuk ekspektasi inflasi sendiri pada tahun 2009 diperkirakan turun pada kisaran angka 6,5% - 7,5% dari tahun 2008 yang mencapai 11,5%. Kondisi itu terjadi karena pengaruh likuiditas perbankan yang diperkirakan cukup stabil karena BI melonggarkan likuiditas.
Sementara suku bunga pinjaman dan simpanan masing-masing diperkirakan akan mencapai 9,5% - 10,5% (Time Deposit) dan bunga kredit mencapai 13,5% - 15,5%.
Kendati demikian, dari sisi resiko penyaluran kredit pada tahun 2009 angka kredit bermasalah (Non Performance Loan) diduga meningkat, hal itu akibat resesi ekonomi dunia dan melmahnya daya beli buyer.
Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Agus Martowardoyo Direktur Utama (Dirut) mengemukakan itu dalam rangkaian kunjungan kerja rutin setiap awal tahun ke daerah di Medan Kamis.
“Sehingga jikapun BI Rate turun hingga 125 bps dari 9.25% ke 8.0% namun suku bunga kredit mungkin tidak turun sebanyak BI Rate karena bank bermaksud mengurangi pertumbuhan kredit demi kehati-hatian,” ujarnya.
Menurutnya bidang usaha yang akan mengalami kredit bermasalah antaralain perusahaan yang bergerak dibidang ekspor-impor. Agus mengingatkan agar para debitur khususnya eksportir harus melakukan diversifikasi pasar.
Jadi, maksud Dirut Bank Mandiri ini, pasar yang selama ini telah berhasil mereka garap mungkin bisa dikembangkan dengan melakukan diversifikasi ke negara lain yang belum tergarap.
Karena, kata Ketua Umum IBI itu krisis global masih terus berlanjut dan belum bisa dipastikan kapan akan berakhir namun diperkirakan baru mereda setelah proses rekapitulasi perbankan dan restrukturisasi kredit di perbankan AS dan Eropa selesai dilakukan yang diperkirakan memakan waktu 2 tahun.
“Efeknya di dalam negeri sudah terlihat pada turunnya pertumbuhan ekonomi nasional dan juga pada merosotnya kinerja ekspor maupun impor dalam kurun tiga bulan terakhir tahun 2008,” ujarnya
Tercatat persentase ekspor sampai posisi Juni 2008 secara nasional tumbuh hingga 34,9% atau naik tajam dibandingkan angka ekspor tahun 2007 yang tumbuh sebesar 13,1%. Namun pada bulan September 2008 kinerja ekspor mulai menunjukkan gejala penurunan yakni hanya sebesar 28,5%.
“Tentunya penurunan ekspor itu berdampak kepada para eksportir. Bagi bank turunnya sales dari para eksportir memberi pengaruh pada pemberian kredit yang sudah tersalur ke segmen usaha itu,”
Hati-hati
Namun begitu, masih kata Agus dalam mensikapi kondisi ekonomi global pihaknya kedepan lebih berhati-hati lagi dalam penyaluran kredit khususnya di segmen konsumer dan ekspor.
“Bank Mandiri tidak akan pernah berhenti menyalurkan kredit. Namun dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini, Kami akan fokus menyalurkan kredit kepada segmen market yang cukup aman dan tidak terlalu rentan terhadap kemungkinan perubahan buruk kondisi ekonomi yang kurang baik,”
Disamping itu, tambahnya pihaknya juga akan melakukan penerapan managemen risiko yang baik sehingga setiap keputusan kredit selalu dilakukan analisa bersama-sama dengan risk management.
“Hal ini kami lakukan agar kualitas portfolio yang kami miliki akan tetap baik. Dan dengan terus melakukan ekspansi kredit tujuannya untuk mencapai target Bank Mandiri menjadi Regional Champion Bank,” tutur Agus Martowardoyo.
Penyeberangan Ulee Lhue ’Lumpuh’
Oleh: Antara
BANDA ACEH (Antara): Arus penyeberangan pelabuhan Ulee Lhue (Banda Aceh) Balohan (Sabang), dilaporkan ’lumpuh’ karena cuaca buruk yang mengakibatkan ratusan calon penumpang terlantar.
Komandan KPLP Ulee Lhue, Sutrisno di Banda Aceh, mengatakan satu kapal cepat, KM Expres Bahari, terpaksa tidak diberangkatkan akibat gelombang setinggi dua sampai tiga meter di perairan tersebut.
Sedikitnya 150 calon penumpang di pelabuhan Ulee Lhue yang telah membeli tiket tidak bisa berangkat ke Kota Sabang.
’’Kita tetap mempertimbangkan keselamatan penumpang. Bagi yang telah membeli tiket bisa mengalihkan keberangkatan Jumat (16/1) besok,’’ katanya.
Informasi lain juga menyebutkan KM Pulo Rondo dan KMP Tanjung Burang, tidak bisa berangkat ke Banda Aceh dari Balohan Sabang. Ratusan orang juga terlantar di pelabuhan tersebut.
Migor bersubsidi terserap 921 ribu liter di Palembang
Oleh: Antara
PALEMBANG (Antara): Warga Palembang pada tahun 2008 menyerap sebanyak 921 ribu liter minyak goreng bersubsidi dari jatah sebanyak 940 ribu liter.
Kabid Perdagangan Dinas Perindagkop Palembang, Yustianus, mengatakan, pendistribusian minyak goreng tersebut dilakukan dalam tiga tahap dan kupon sebesar Rp2.500 per liter itu telah dibagikan kepada warga setempat untuk dibelikan minyak goreng itu.
Menurut dia, sisa minyak goreng yang tidak terdistribusikan tersebut telah dikembalikan kepada produsen minyak itu, sehingga produsen mengklaim sesuai dengan minyak goreng yang terserap.
Ia mengatakan, pendistribusian minyak goreng bersubsidi yang merupakan program pemerintah pusat tersebut dibagikan secara bertahap sejak April 2008.
‘’Sampai Desember tersisa 19 ribu liter minyak goreng bersubsidi dan telah dikembalikan kepada produsen minyak yang berpartisipasi menyediakan produk tersebut pada setiap kali pendistribusian minyak goreng bersubsidi,’’ katanya.
Terkait dengan penurunan nilai subsidi minyak goreng menjadi Rp1.000 per liter, dia menambahkan, belum mendapat informasi terkait dengan kebijakan Menteri Perdagangan RI tersebut.
‘’Begitu juga dengan jatah minyak goreng yang dialokasikan untuk warga Palembang pun belum bisa dipastikan berapa banyak,’’ ujarnya.
Masitoh (36), warga Palembang mengatakan, sangat berharap kembali mendapat kupon subsidi minyak goreng karena minyak goreng curah kini cenderung naik sekitar Rp500 per kilogram.
‘’Kenaikan harga minyak goreng tersebut tentunya sangat bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM yang semestinya diikuti penurunan harga berbagai kebutuhan pokok.’’
Dia mengharapkan, seiring dengan kebijakan menurunkan harga BBM, pemerintah juga tetap menerapkan subsidi minyak goreng sama seperti tahun 2008 sebesar Rp2.500 per liter.
‘’Kalau ada penurunan subsidi minyak goreng menjadi Rp1.000 per liter kebijakan tersebut dinilai tidak berpihak kepada rakyat miskin karena pengguna BBM sebagian besar orang mampu yang punyak kendaraan,’’ ujarnya.
Petani kopi di Lampung tahan stok
Oleh: Antara
BANDARLAMPUNG (Antara): Sejumlah petani di sentra-sentra kopi Lampung seperti di Kabupaten Lampung Barat, Way Kanan, Lampung Utara dan Tanggamus serta Pesawaran masih menyimpan hasil panen biji kopi sambil menunggu harga stabil.
‘’Anjloknya harga kopi membuat petani menyimpan sebagian hasil panen mereka, menunggu harga kembali stabil,’’ kata salah seorang petani kopi di Tanjungraja, Kabupaten Lampung Utara, Sutikno, Kamis.
Sejumlah petani di sentra-sentra kopi Lampung itu, lebih memilih tidak menjual seluruh hasil panennya dan masih menyisakan sekitar 20% dari hasil panennya, menyusul menurunnya harga kopi di pasaran lokal.
Ia mengatakan, rata-rata produksi kopi petani di Lampung Utara mencapai 1,5 ton per hektar. ‘’Harga kopi sekarang di tingkat pengumpul Rp13.000-Rp14.000 per kilogram (kg) atau turun dibanding beberapa bulan lalu.’’
Harga kopi di Lampung Utara dan beberapa daerah lainnya dalam beberapa bulan terakhir turun tajam. Harga kopi sebelum krisis global mencapai di atas Rp17.000 per kg, namun kini hanya Rp13.000-Rp14.000 per kg.
Selain harga yang rendah, sejumlah eksportir kopi tidak berani membeli kopi dalam jumlah yang banyak khawatir harga akan terus bergerak turun.
Sementara itu petani kopi asal Kabupaten Way Kanan, Basrin, mengatakan, harga kopi hingga sekarang masih belum stabil, meskipun dalam beberapa hari terakhir harga kopi mulai merangkak naik dari Rp13.000 menjadi Rp14.000 per kg.
Berdasarkan data AEKI Lampung, harga kopi di Bursa London dalam beberapa hari terakhir US$1.600 per ton. Harga kopi jenis robusta itu sebelum krisis global sempat menembusi US$2.200 per ton.
AEKI Lampung juga menyebutkan harga kopi robusta di tingkat basis antara Rp15.000-Rp16.000 per kg. ‘’Dengan turunnya harga kopi, petani kopi di Lampung Barat pada umumnya tidak terlalu prihatin karena mereka juga memiliki kebun sayur, sedangkan di Lampung Utara dan way Kanan petani memiliki perkebunan lada,’’ kata Basrin.
IBP somasi Dirut Pelindo I
oleh: Master Sihotang
MEDAN: Penasehat hukum PT Indoterminal Belawan Perkasa (IBP) mengirimkan somasi kepada Dirut PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Medan menyusul adanya rencana BUMN itu membangun pipa terpadu curah cair paralel dengan pipa terpadu yang dikelola IBP saat ini yang masih sengketa di pengadilan.
Penasehat Hukum PT IBP Luhut MP Pangaribuan dari Luhut Marihot Parulian Pangaribuan Advocates and Sounsellors at Law, Jakarta mengakui sudah mengirimkan somasi tahun lalu kepada Dirut Pelindo I perihal rencana pembangunan pipa terpadu curah cair karena klien kami masih terikat perjanjian kerja sama operasi (KSO) dengan Pelindo I Medan.
"Kami meminta agar Pelindo I menghentikan rencana pembangunan pipa terpadu yang akan dibuat paralel dengan pipa terpadu dalam perjanjian KSO. Kemudian membongkar pipa tambahan yang berada di atas pipa terpadu yang dibangun PT IBP,” ujarnya kepada Bisnis, kemarin.
Menanggapi somasi dari IBP, Dirut Pelindo I Medan Harry Sutanto melalui suratnya No. B.II-729/P.I-HK.46 perihal laporan penanganan perkara dengan PT IBP yang ditujukan kepada Menneg BUMN tertanggal 10 Desember 2008 lalu menegaskan Pelindo I tetap akan membangun rak pipa terpadu di sebelah fasilitas yang sedang dalam sengketa. Hal ini dilaksanakan, menurut dia, guna memecahkan permasalahan penyesuaian tarif pelayanan pemuatan CPO dan hasil turunannya melalui pipa terpadu di Pelabuhan Belawan, mengingat pengguna jasa melalui Asosiasi Pemilik Tangki Timbun dan Pemompaan (ATTP) Belawan, hanya bersedia meninjau kembali tarif apabila pengelolaan pemuatan CPO dan hasil turunannya sudah dilaksanakan sendiri PT Pelindo I.
Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Medan tahun ini akan membangun pipa terpadu crude palm oil (CPO) di Belawan menyusul berlarut-larutnya penyelesaian status hukum pengelolaan pipa terpadu yang dibangun perusahaan swasta itu pada 1995.
Dirut Pelindo I Medan Harry Sutanto mengakui salah satu jalan keluar untuk mengatasi status hukum pipa terpadu yang dikelola PT IBP yang menuntut perpanjangan kontrak yang sudah berakhir tahun lalu.
“Kami akan membangun pipa terpadu sendiri. Soalnya kalau menunggu status hukum kerja sama operasi (KSO) pipa terpadu antara Pelindo I dan PT IBP, terlalu lama,” ujarnya. (Bisnis 7 Januari 2009).
Pada 1995 Pelindo I Medan melakukan KSO dengan PT IBP untuk membangun pipa terpadu CPO di Belawan. Pembangunan pipa terpadu tersebut dilakukan dengan sistem built operate transfer (BOT) selama 13 tahun dan dapat dilanjutkan dengan operation and maintenance (ONM).
Menurut dia, Pelindo I Medan sudah memutuskan tidak memperpanjang KSO dengan PT IBP karena masa BOT-nya sudah berakhir tahun lalu. Namun, lanjut dia, direksi IBP melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan dan tuntutan perusahaan swasta itu dipenuhi pengadilan untuk memperpanjang KSO menjadi ONM. Pelindo I Medan, kata dia, sudah mengajukan banding terhadap putusan pangadilan tersebut. Karena status hukum pipa terpadu tersebut masih belum berkekuatan hukum tetap, Pelindo I Medan berpendapat lebih baik membangun pipa terpadu CPO baru agar bisa dioperasikan sendiri oleh Pelabuhan I Medan.
“Kami sudah mempersiapkan dana investasi sekitar Rp10 miliar untuk membangun pipa terpadu baru di dekat pipa terpadu curah cair yang selama ini dioperasikan IBP.”
Dia menegaskan untuk saat ini saja, Pelabuhan Belawan sudah kewalahan untuk menangani bongkar muat CPO karena keterbatasan fasilitas yang ada.
Dirut PT IBP R. Napitupulu ketika dihubungi secara terpisah mengakui perusahaan yang dipimpinnya sudah mengirimkan somasi lewat penasehat hukum agar Pelindo I Medan menghentikan pembangunan pipa terpadu curah cair yang akan dibangin paralel dengan pipa terpadu yang dioperasikan PT IBP.
“Pembangunan pipa baru itu merupakan penghamburan uang dan menimbulkan kerugian bagi IBP,” tuturnya.
Pelindo I Medan, lanjutnya, harus menghentikan rencana pembangunan pipa terpadu baru yang akan dibuat paralel dengan pipa terpadu yang dibangun IBP.
Dia menegaskan dalam perjanjian KSO antara Pelindo I Medan dan PT IBP disebutkan bahwa jika KSO sudah berakhir, harus dilanjutkan dengan perjanjian ONM. “Pelindo I melakukan pemutusan kerja sama sepihak, sehingga merugikan IBP. Karena itu, IBP menggugat pemutusan KSO sepihak itu tahun lalu ke PN Medan dan dimenangkan IBP.’’
Jadi, lanjutnya, rencana Pelindo I Medan membangun pipa terpadu CPO di Belawan merupakan pelanggaran terhadap perjanjian dan hak-hak PT IBP.
Yiel pasar obligasi 2009 diramal turun
Oleh: Master Sihotang
MEDAN: Analis mengakui ekspektasi imbal hasil (yield) pasar obligasi pada 2009 akan turun menyusul ketatnya likuiditas, sentimen pasar global, serta tekanan inflasi menurun.
Heru Helbianto, Analis Pasar Keuangan PT Trimegah Securities Tbk mengakui ekspektasi imbal hasil pasar obligasi [termasuk sukuk yang diterbitkan pemerintah] akan turun pada 2009 karena berbagai faktor seperti, likuiditas masih terasa ketat dan sentimen pasar global yang masih bergejolak, serta tekanan inflasi yang berkurang.
“Terjadi perubahan kondisi yang ekstrim di pasar global yang akan memengaruhi pasar lokal,” ujarnya dalam acara Talkshow instrumen investasi berbasis syariah yang aman dan menguntungkan di Medan kemarin malam.
Dia menegaskan berkurangnya tekanan inflasi akan memicu peurun imbal hasil, meskipun volatilitas pasar masih tinggi.
Namun, dia setuju salah satu alternatif investasi bagi individu pada 2009 adalah membeli sukuk atau obligasi syariah yang diterbitkan pemerintah karena memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan deposito pada perbankan konvensional.
Pemerintah Indonesia pada Agustus tahun lalu menerbitkan dua seri (item) sukuk senilai total Rp4,7 triliun. Komposisi obligasi pemerintah, lanjutnya, baru mencapai Rp4,7 triliun atau 0,87% dari total sukuk yang diterbitkan di Indonesia sebesar Rp537 triliun.
Walaupun porsinya masih relatif kecil, lanjut dia, pemerintah berani memberikan imbal hasil yang lebih tinggi untuk menarik minat pembeli ritel membeli sukuk.
Sementara itu, Langgeng Basuki, Kepala Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara, Direktorat Pembiayaan Syariah mengatakan pada 2009, pemerintah akan menjual suku ritel bertenor tiga tahun dengan nominal per unit Rp1 juta. “Satuan pembelian terkecil minimum Rp5 juta dan kelipatannya dengan membayar imbalan setiap tanggal 25 setiap bulannya.
Masa penawaran suku ritel tersebut, jelasnya, 6 sampai 20 Februari 2009 dengan menunjuk 13 agen penjual sukuk negara ritel.
Agen penjual yang ditunjuk pemerintah, paparnya, a.l. PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank Mandiri Tbk, Citibank NA, PT Bank Internasional Indonesia, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, dan PT Bahana Securities.
Sufianto, mantan salah satu eksekutif pada BUMN yang berbasis di Sumut mengakui tertarik membeli sukuk yang diterbitkan pemerintah karena memberikan hasil yang lebih tinggi dan ada jaminan dan kepastian bahwa nilainya tidak akan merosot pada saat jatuh tempo.
“Orang pensiunan seperti saya ini cocok membeli sukuk untuk menambah biaya pensiun yang jumlahnya tidak seberapa setiap bulan,” ujarnya kepada Bisnis.
Dia akan membeli sukuk bertenor tiga tahun tersebut, karena bunga deposito perbankan konvensional saat ini sudah di bawah 10% atau lebih rendah dari tingkat inflasi tahunan.
Daripada uang tergerus di deposito, kata dia, lebih baik ditanamkan pada surat utang negara seperti sukuk. “Ini jauh lebih aman karena deposito yang dijamin Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) hanya Rp2 miliar,” tuturnya.
Rabu, 14 Januari 2009
Berharap TBS Naik

Seorang pekerja sedang menaikkan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk sebelum dibawa ke pabrik di Airbatu Asahan Sumut. Para petani kelapa sawit berharap harga kelapa sawit yang merupakan sumber mata pencarian masyarakat di Sumut bisa kembali naik (Bisnis / Andy Rambe)