Oleh: Antara
BANDARLAMPUNG (Antara): Sejumlah petani di sentra-sentra kopi Lampung seperti di Kabupaten Lampung Barat, Way Kanan, Lampung Utara dan Tanggamus serta Pesawaran masih menyimpan hasil panen biji kopi sambil menunggu harga stabil.
‘’Anjloknya harga kopi membuat petani menyimpan sebagian hasil panen mereka, menunggu harga kembali stabil,’’ kata salah seorang petani kopi di Tanjungraja, Kabupaten Lampung Utara, Sutikno, Kamis.
Sejumlah petani di sentra-sentra kopi Lampung itu, lebih memilih tidak menjual seluruh hasil panennya dan masih menyisakan sekitar 20% dari hasil panennya, menyusul menurunnya harga kopi di pasaran lokal.
Ia mengatakan, rata-rata produksi kopi petani di Lampung Utara mencapai 1,5 ton per hektar. ‘’Harga kopi sekarang di tingkat pengumpul Rp13.000-Rp14.000 per kilogram (kg) atau turun dibanding beberapa bulan lalu.’’
Harga kopi di Lampung Utara dan beberapa daerah lainnya dalam beberapa bulan terakhir turun tajam. Harga kopi sebelum krisis global mencapai di atas Rp17.000 per kg, namun kini hanya Rp13.000-Rp14.000 per kg.
Selain harga yang rendah, sejumlah eksportir kopi tidak berani membeli kopi dalam jumlah yang banyak khawatir harga akan terus bergerak turun.
Sementara itu petani kopi asal Kabupaten Way Kanan, Basrin, mengatakan, harga kopi hingga sekarang masih belum stabil, meskipun dalam beberapa hari terakhir harga kopi mulai merangkak naik dari Rp13.000 menjadi Rp14.000 per kg.
Berdasarkan data AEKI Lampung, harga kopi di Bursa London dalam beberapa hari terakhir US$1.600 per ton. Harga kopi jenis robusta itu sebelum krisis global sempat menembusi US$2.200 per ton.
AEKI Lampung juga menyebutkan harga kopi robusta di tingkat basis antara Rp15.000-Rp16.000 per kg. ‘’Dengan turunnya harga kopi, petani kopi di Lampung Barat pada umumnya tidak terlalu prihatin karena mereka juga memiliki kebun sayur, sedangkan di Lampung Utara dan way Kanan petani memiliki perkebunan lada,’’ kata Basrin.
Kamis, 15 Januari 2009
Petani kopi di Lampung tahan stok
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar