Oleh : Dormaulina Sidabutar
MEDAN : Tingkat suku bunga dan inflasi pada tahun 2009 diprediksi akan menurun dengan asumsi penurunan tingkat suku bunga ditentukan oleh ekspektasi inflasi, kondisi likuiditas perbankan dan ekspektasi resiko kredit.
Untuk ekspektasi inflasi sendiri pada tahun 2009 diperkirakan turun pada kisaran angka 6,5% - 7,5% dari tahun 2008 yang mencapai 11,5%. Kondisi itu terjadi karena pengaruh likuiditas perbankan yang diperkirakan cukup stabil karena BI melonggarkan likuiditas.
Sementara suku bunga pinjaman dan simpanan masing-masing diperkirakan akan mencapai 9,5% - 10,5% (Time Deposit) dan bunga kredit mencapai 13,5% - 15,5%.
Kendati demikian, dari sisi resiko penyaluran kredit pada tahun 2009 angka kredit bermasalah (Non Performance Loan) diduga meningkat, hal itu akibat resesi ekonomi dunia dan melmahnya daya beli buyer.
Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Agus Martowardoyo Direktur Utama (Dirut) mengemukakan itu dalam rangkaian kunjungan kerja rutin setiap awal tahun ke daerah di Medan Kamis.
“Sehingga jikapun BI Rate turun hingga 125 bps dari 9.25% ke 8.0% namun suku bunga kredit mungkin tidak turun sebanyak BI Rate karena bank bermaksud mengurangi pertumbuhan kredit demi kehati-hatian,” ujarnya.
Menurutnya bidang usaha yang akan mengalami kredit bermasalah antaralain perusahaan yang bergerak dibidang ekspor-impor. Agus mengingatkan agar para debitur khususnya eksportir harus melakukan diversifikasi pasar.
Jadi, maksud Dirut Bank Mandiri ini, pasar yang selama ini telah berhasil mereka garap mungkin bisa dikembangkan dengan melakukan diversifikasi ke negara lain yang belum tergarap.
Karena, kata Ketua Umum IBI itu krisis global masih terus berlanjut dan belum bisa dipastikan kapan akan berakhir namun diperkirakan baru mereda setelah proses rekapitulasi perbankan dan restrukturisasi kredit di perbankan AS dan Eropa selesai dilakukan yang diperkirakan memakan waktu 2 tahun.
“Efeknya di dalam negeri sudah terlihat pada turunnya pertumbuhan ekonomi nasional dan juga pada merosotnya kinerja ekspor maupun impor dalam kurun tiga bulan terakhir tahun 2008,” ujarnya
Tercatat persentase ekspor sampai posisi Juni 2008 secara nasional tumbuh hingga 34,9% atau naik tajam dibandingkan angka ekspor tahun 2007 yang tumbuh sebesar 13,1%. Namun pada bulan September 2008 kinerja ekspor mulai menunjukkan gejala penurunan yakni hanya sebesar 28,5%.
“Tentunya penurunan ekspor itu berdampak kepada para eksportir. Bagi bank turunnya sales dari para eksportir memberi pengaruh pada pemberian kredit yang sudah tersalur ke segmen usaha itu,”
Hati-hati
Namun begitu, masih kata Agus dalam mensikapi kondisi ekonomi global pihaknya kedepan lebih berhati-hati lagi dalam penyaluran kredit khususnya di segmen konsumer dan ekspor.
“Bank Mandiri tidak akan pernah berhenti menyalurkan kredit. Namun dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini, Kami akan fokus menyalurkan kredit kepada segmen market yang cukup aman dan tidak terlalu rentan terhadap kemungkinan perubahan buruk kondisi ekonomi yang kurang baik,”
Disamping itu, tambahnya pihaknya juga akan melakukan penerapan managemen risiko yang baik sehingga setiap keputusan kredit selalu dilakukan analisa bersama-sama dengan risk management.
“Hal ini kami lakukan agar kualitas portfolio yang kami miliki akan tetap baik. Dan dengan terus melakukan ekspansi kredit tujuannya untuk mencapai target Bank Mandiri menjadi Regional Champion Bank,” tutur Agus Martowardoyo.
Kamis, 15 Januari 2009
Suku bunga dan inflasi di prediksi akan turun
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar