oleh: hambali batubara
MEDAN: Komisi III DPR RI mendatangi gedung DPRD Sumut, tadi siang untuk mencari fakta terkait kasus kerusuhan pendukung pembentukan Propinsi Tapanuli (Protap). Tim terdiri 12 orang, dipimpin Wakil Ketua Komisi III Maiyasyak Johan, bertujuan mengumpulkan data baik dari lapangan maupun dari anggota DPRD Sumut terkait kerusuhan yang berbuntut tewasnya Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat.
Rapat sendiri berlangsung tertutup dan mendapat penjagaan ketat dari pihak pengamanan DPRD Sumut dan kepolisian.
Yasona Laoly, anggota Komisi III yang juga berasal dari daerah pemilihan Sumut mengatakan ada kelalaian dari pihak kepolisian yang mengamankan jalannya unjuk rasa. Apalagi tahun 2007 lalu sempat terjadi kericuhan saat berlangsungnya demo Protap. ‘’Seharusnya hal ini menjadi referensi pihak keamanan,’’ katanya.
Komisi III juga mencurigai ada skenario tertentu karena gembok pagar sudah diganti. Sehingga saat almarhum Abdul Aziz Angkat hendak dilarikan melalui pintu alternatif, sudah terkunci. ‘’Kami minta kasus ini diusut tuntas secara profesional.’’
Laoly menambahkan kehadiran Komisi III akan membawa keterangan yang didapat dilapangan untuk dibahas di komisi untuk diserahkan kepada pemerintah. Sampai saat ini kondisi gedung masih tampak bekas kaca dan kursi yang dirusak massa.
Wakil Ketua DPRD Sumut, Hasbullah Hadi mengatakan pihaknya telah membentuk tim panitia khusus (pansus) untuk ,menginvestigasi dan mencari fakta tentang kerusuhan aksi unjuk rasa Protap. Tim beranggotakan 19 orang, dimana salah tugasnya mencari fakta-fakta untuk diserahkan kepada pihak kepolisian. ‘’Termasuk juga mempersiapkan saksi-saksi. Salah satu saksi yang kami akan ajukan adalah Azwir Sofyan, anggota Fraksi PAN. Pansus ini juga akan menyelidiki keterlibatan anggota DPRD Sumut, ‘’ tandasnya.
Jumat, 06 Februari 2009
Polisi dinilai lalai amankan unjuk rasa di DPRD Sumut
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar