Oleh: Dormaulina Sidabutar
MEDAN : Struktur penyerapan tenaga kerja di Provinsi Sumatra Utara (Sumut) tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dan sektor pertanian masih menjadi tumpuan untuk menampung jumlah angkatan kerja yang ada.
Laporan keadaan ketenagakerjaan di Sumatra Utara yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Alimuddin Sidabalok mengatakan masih tertumpunya penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian terlihat dari jumlah penduduk yang tinggal di pedesaan sebagian besar bekerja di sektor itu.
Disebutkan pada Agustus 2008 sekitar 71,21% penduduk di daerah pedesaan bekerja di sektor pertanian dari 5.540.263 orang jumlah penduduk yang bekerja di Provinsi Sumatra Utara.
’’Sedangkan sisanya atau sekitar 28,79% bekerja pada non pertanian. Sebaliknya penduduk perkotaan pada umumnya bekerja di sektor perdagangan dan jasa kemasyarakatan,’’ ujarnya di Medan kemarin.
Sementara dari jumlah angkatan kerja pada Agustus 2008 di Sumut sebanyak 8.919.973 orang dan pada Agustus 2007 sebanyak 8.378.148 orang atau terjadi penambahan sebanyak 541.825 orang dalam kurun waktu satu tahun.
’’Penambahan angkatan kerja itu menuntut ketersediaan lapangan kerja agar dapat terserap pada lapangan kerja tersebut,’’ ujarnya.
Dari laporan itu menurutnya dapat dilihat komposisi lapangan kerja yang tersedia di perkotaan masih sangat sedikit sehingga sektor pertanian menjadi tumpuan. Namun demikian katanya untuk menstimulus agar jumlah tenaga kerja di perkotaan dapat terserap perlu stimulan dari pemerintah daerah dalam bentuk percepatan mekanisme pengesahan APBD.
Hal ini akan memicu terbukanya lapangan kerja pada proyek-proyek yang dananya dari anggaran pemerintah daerah yang dirancang dalam RAPBD dan sudah disetujui pusat. ’’Jika APBD bisa berjalan sesuai mekanismenya maka akan terbuka peluang kerja dan tenaga kerja yang ada bisa terserap,’’ tandasnya.
Selasa, 06 Januari 2009
Sumut masih andalkan pertanian
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar