oleh: Antara
BANDA ACEH: Realisasi ekspor non migas Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tahun 2008 naik 41,9% dibandingkan tahun 2007, yakni dari US$75,37 juta menjadi US$106,98 juta.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi NAD, Cipta Hunai, di Banda Aceh, hari ini menyatakan, meskipun pada saat krisis ekonomi ada sejumlah komoditas yang mengalami penurunan ekspor, tapi secara keseluruhan nilainya mengalami kenaikan.
Komoditas yang mengalami penurunan ekspor adalah pupuk urea, sehingga mempengaruhi realisasi volume ekspor Aceh yang mengalami penurunan dari 216,161 ribu ton pada tahun 2007 menjadi 122,376 ribu ton.
Pupuk urea merupakan penyumbang devisa terbesar ekspor NAD yakni mencapai US$81,610 juta dengan volume 110,757 ribu ton, kemudian disusul kertas US$113,459 ribu (177,861 ton), sabut kelapa US$120 ribu (40,150 ton), sedangkan hasil industri lainnya seperti tras curah, pupuk magnesium di bawah US$66 ribu.
Kemudian, ekspor hasil nonindustri yang paling besar adalah kopi arabika mencapai US$21,255 juta dengan volume ekspor seberat 5,815 ribu ton, sedangkan hasil bumi lainnya seperti getah alam, madu, biji cokelat, pinang, damar dan tempurung kepala sawit masih di bawah US$48 ribu.
Rabu, 28 Januari 2009
Ekspor non migas NAD naik 41,9%
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar