oleh: hambali batubara
MEDAN: Propinsi Sumatra Utara (Sumut) dijadikan pilot project pemberian sertifikasi kebun kelapa sawit rakyat. Program percontohan ini akan dilakukan terhadap 1000 hektar lahan perkebunan kelapa sawit rakyat di tiga daerah di Sumut sepanjang tahun 2009. Ketiga daerah tersebut yakni Labuhan Batu seluas 500 hektar, Deli Serdang dan Serdang Bedagai masing-masing seluas 250 hektar
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Asmar Arsyad mengatakan program ini sebagai jalan keluar dari permasalah program revitalisasi perkebunan yang dicanangkan sejak tahun 2008 lalu. Pihak Apkasindo juga telah bertemu dengan Wakil Presiden, Jusuf Kalla 15 Desember 2008 lalu, dimana salah satu pertemuannya meminta BPN membantu program sertifikasi lahan tersebut.
Asmar menjelaskan sertifikasi lahan sebelumnya menjadi hambatan dalam program revitalisasi perkebunan kelapa sawit rakyat. Dalam revitalisasi tersebut ada tiga skema yakni peremajaan, perluasan lahan dan rehabilitasi dengan model sistem bapak angkat dan petani mandiri. ‘’Yang bermasalah adalah sistem petani mandiri,’’ katanya.
Dia menjelaskan petani mandiri memiliki permasalahan dalam penyediaan dana untuk revitalisasi. Sebagian besar petani mengharapkan pinjaman bank untuk program tersebut. Sedangkan bank hanya memberikan pinjaman kepada petani yang lahannya memiliki sertifikat.
Menurutnya, sertifikasi lahan ini sasarannya adalah petani mandiri ini, umumnya memiliki lahan tidak lebih dari 5 hektar. Paling tidak dibutuhkan dana sekitar Rp 4 juta per hektar untuk biaya mensertifikasi lahan perkebunan sawit. ‘’Saat ini terdapat 1 juta lahan dari 2,6 juta hektar lahan petani mandiri di Indonesia yang mendesak dilaksanakan peremajaan,’’ tandasnya.
Selasa, 27 Januari 2009
Sumut pilot project revitalisasi lahan perkebunan petani
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar